BALIKPAPAN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim menargetkan serapan belanja barang melalui implementasi Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) bisa meningkat di 2023 ini. Sebagaimana terungkap dalam rapat koordinasi (Rakor) monitoring dan evaluasi (Monev) program peningkatan penggunaan produk dalam negeri di Grand Senyiur Hotel Balikpapan, Selasa (6/5/2023).
“Pada Rakor ini kita semua harus punya komitmen bahwa sampai akhir tahun nanti, serapan belanja barang dengan implementasi P3DN harus terpenuhi dengan baik,” sebut Sekretaris Daerah (Sekda) Kaltim Sri Wahyuni.
Disampaikan, pada 2022 lalu realisasi capaian P3DN Pemprov Kaltim hanya 60 persen dari belanja barang sebesar Rp5 triliun. Capaian itu sebenarnya lebih besar, tetapi terjadi perbedaan dalam mekanisme input. Karena itu masalah ini diharapkan bisa selesai melalui Rakor Monev ini, sehingga capaian P3DN 2023 bisa lebih baik.
“Tahun 2023 ini Pemprov Kaltim untuk belanja barangnya mencapai Rp8 triliun. Sekarang sudah di posisi bulan Juni, tentu kita punya beban bagaimana kita bisa di satu sisi tidak hanya penyerapan belanja barang juga penyerapan produk P3DN,” ungkap Sri.
Sementara itu Kepala Bagian (Kabag) Kebijakan Perekonomian Biro Perekonomian Pemprov Kaltim Anik Suhartatik mengatakan, kegiatan ini menindaklanjuti instruksi Presiden RI tentang percepatan peningkatan penggunaan produk dalam negeri dan produk usaha mikro, kecil, dan koperasi dalam rangka menyukseskan gerakan nasional bangga buatan Indonesia pada pengadaan barang dan jasa pemerintah.
Termasuk surat keputusan Gubernur Kaltim tentang pembentukan tim P3DN Provinsi Kaltim serta instruksi Gubernur Kaltim tentang percepatan penggunaan produk dalam negeri dan produk usaha mikro, kecil dan koperasi.
“Dalam rangka menyukseskan gerakan nasional bangga buatan Indonesia pada pelaksanaan pengadaan barang jasa pemerintah di lingkungan Pemprov Kaltim,” tuturnya. (xl/advdiskominfokaltim)










