Terbanyak di Kutim, Kasus Positif Malaria Kaltim Meningkat hingga Puluhan

Terbanyak di Kutim, Kasus Positif Malaria Kaltim Meningkat hingga Puluhan
Ilustrasi. (Health Europa)

SAMARINDA – Kasus penyakit malaria di Kaltim mengalami peningkatan. Tak tanggung-tanggung, peningkatannya hingga mencapai angka puluhan kasus.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim mengungkap, berdasarkan data ditemukan 61 kasus positif tahun 2023 di berbagai daerah. Yang terbanyak di Kutai Timur (Kutim) dengan 38 kasus. Diikuti Balikpapan dengan 16 kasus, Kutai Barat (Kubar) dengan tiga kasus, kemudian Penajam Paser Utara (PPU) dan Berau masing-masing dua kasus.

Kepala Dinkes Kaltim dr Jaya Mualimin menyampaikan, melihat potensi penyebaran malaria di Kaltim, PPU masih menjadi daerah tertinggi potensi malaria dilihat dari Annual Parasite Incidence (API). API merupakan indikator yang digunakan untuk menentukan tren morbiditas malaria dan menentukan endemik suatu daerah. PPU masih jadi yang tertinggi untuk angka kesakitan malaria (API) di angka 6,44 poin.

Baca Juga  Rawat Tradisi, Festival Budaya Mecaq Undat Sungai Bawang Resmi Digelar

Malaria, terang Jaya, merupakan penyakit yang disebabkan oleh parasit Plasomodium. Penyakit ini ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina yang terinfeksi parasit tersebut. Gigitan nyamuk membuat parasit masuk, mengendap di organ hati, dan menginfeksi sel darah merah.

“Nyamuk itu ada di hutan bukan di kota. Kalau nyamuk kota Aedes Aegypti atau nyamuk DBD,” terangnya.

Baca Juga  Satlantas Samarinda Lakukan Berbagai Upaya Cegah Kecelakaan di Gunung Manggah

Dijabarkan, masyarakat yang terindikasi positif menderita penyakit malaria tersebut berlatar belakang pengrajin kayu atau pekerja perusahaan perkebunan. Faktor cuaca juga menjadi salah satu penyebab utama merebaknya malaria.

“Hal ini membuat tubuh masyarakat lebih rentan terkena malaria. Untuk itu masyarakat harus tetap waspada terhadap penularan penyakit malaria,” tegas Jaya. (xl)