GIANYAR – Panasnya cuaca Bali tak menyurutkan semangat Timnas Indonesia yang tengah menggelar pemusatan latihan di Bali United Training Center, Gianyar. Ini adalah fase krusial bagi skuad asuhan Patrick Kluivert sebelum menghadapi dua laga terakhir Kualifikasi Piala Dunia 2026: Cina (5 Juni) dan Jepang (10 Juni).
Lapangan hijau yang terawat, atmosfer tropis yang segar, dan 32 pemain yang siap memberikan segalanya, itulah gambaran pemusatan latihan yang dimulai sejak Senin. “Saya rasa suasananya sangat luar biasa. Lapangannya juga sangat bagus, dan yang paling penting bagi saya adalah udara yang segar,” ujar Kluivert dalam unggahan kanal YouTube Timnas Indonesia, Selasa.
Dari daftar pemain yang dipanggil, beberapa nama sudah akrab dengan publik. Ole Romeny, Thom Haye, hingga Rizky Ridho adalah wajah-wajah yang kerap menghiasi layar pertandingan Timnas. Namun, dari deretan pemain yang datang, satu sosok mencuri perhatian, yakni Stefano Lilipaly.
Kembalinya Lilipaly dan Debut Beckham Putra
Seakan déjà vu, Stefano Lilipaly kembali mengenakan seragam Garuda setelah terakhir kali tampil pada September 2023. Di usia 35 tahun, panggilan timnas mungkin terasa seperti angin segar baginya. Sempat diragukan masuk ke skuad lagi setelah era Shin Tae-yong berlalu, Lilipaly menunjukkan bahwa pengalaman tetap berharga. Musim lalu ia membukukan 11 gol dan 17 assist, tetapi cedera menghambat performanya tahun ini. Meski begitu, dengan enam gol dan empat assist musim ini, Kluivert melihatnya sebagai figur penting, terutama bagi para pemain muda.
Selain Lilipaly, sorotan juga jatuh kepada Beckham Putra. Baru saja mengangkat trofi juara Liga 1 bersama Persib Bandung, pemain 23 tahun ini mendapat panggilan ke skuad Garuda untuk menggantikan Septian Bagaskara yang cedera. “Beckham adalah pemain yang bisa memainkan posisi sangat krusial, sangat baik bermain di antara lini,” ujar Kluivert, mengomentari panggilan debutan itu.
Kesempatan bagi Beckham tentu sangat berharga, tetapi ia tak ingin terlalu banyak berpikir. “Yang terpenting saya memberikan yang terbaik setiap latihan dan tidak menyia-nyiakan kesempatan ini,” ucapnya usai latihan di Bali.
Mereka yang Absen dan Peluang Emil Audero
Tiga nama sudah dipastikan absen di laga kontra Cina: Ragnar Oratmangoen, Marselino Ferdinan, dan Maarten Paes. Oratmangoen tidak dipanggil, sementara Marselino dan Paes harus menjalani hukuman akumulasi kartu kuning. Kehilangan dua pemain kunci tentu jadi tantangan tersendiri bagi Kluivert, tetapi ini bisa membuka jalan bagi debut Emil Audero.
Kiper Como yang dipinjamkan ke Palermo berpeluang mengawal gawang Indonesia untuk pertama kalinya setelah hanya duduk di bangku cadangan pada dua laga sebelumnya. Dengan pengalaman menjaga gawang Palermo dalam 15 pertandingan Serie B Italia musim ini, Audero siap mengambil peran utama.
Misi Tiga Poin dan Pembalasan di SUGBK
Melawan Cina bukan sekadar laga biasa. Ini adalah kesempatan untuk membalas kekalahan 1-2 di Qingdao tujuh bulan lalu serta menjaga asa lolos ke putaran keempat kualifikasi. Dengan sembilan poin saat ini, kemenangan di SUGBK akan membawa Indonesia ke 12 poin dan memperbesar peluang lolos ke fase berikutnya.
Dalam skenario terbaik, kemenangan atas Cina ditambah hasil buruk yang dialami Bahrain akan memastikan Indonesia lolos lebih awal. Dari performa terkini, Timnas Garuda terlihat lebih stabil dengan dua kemenangan dalam tiga laga terakhir, sementara Cina justru mengalami tiga kekalahan beruntun.
Meski statistik mendukung Indonesia, Kluivert tetap menekankan pentingnya persiapan maksimal. “Mereka tim yang bagus. Kami tidak meremehkan lawan, tapi saya pelatih, saya melihat tim saya, dan bagaimana bisa mengecoh lawan, jadi kekuatan tim saya adalah terpenting,” tuturnya.
Dengan SUGBK yang akan dipenuhi puluhan ribu suporter, atmosfer panas sudah menanti. Kini, semua mata tertuju pada Timnas Garuda—mampukah mereka membawa pulang tiga poin krusial dan menjaga mimpi menuju Piala Dunia 2026 tetap hidup?. (Zu)












