UEFA, AFC, dan Concacaf Desak Gianni Infantino Mundur dari FIFA

Presiden FIFA Gianni Infantino. (Reuters)

JAKARTA – Tekanan terhadap Presiden FIFA Gianni Infantino meningkat. Tiga konfederasi sepakbola, UEFA, AFC, dan Concacaf, secara terbuka meminta Infantino meninggalkan jabatannya.

Desakan itu disampaikan melalui surat bersama yang ditandatangani Presiden UEFA Aleksander Ceferin, Presiden AFC Sheikh Salman Bin Ibrahim, serta Presiden Concacaf Victor Montagliani.

Dalam surat tersebut, ketiga konfederasi menyebut telah kehilangan kepercayaan terhadap kepemimpinan Infantino. Mereka menilai posisi presiden FIFA seharusnya menjadi bentuk pelayanan terhadap sepakbola, bukan sarana untuk mempertahankan atau memperluas kekuasaan.

“Ketika kepercayaan dirusak melalui penipuan, ketika seorang individu menempatkan dirinya di atas kolektif yang mempercayakannya dengan otoritas, tugas itu sudah diabaikan,” demikian isi surat tersebut seperti dikutip The Guardian.

Desakan mundur itu berkaitan dengan polemik proposal FIFA Forward Enterprise (FFE). Proposal tersebut mencuat beberapa pekan lalu dan memuat gagasan terkait pelepasan saham Piala Dunia kepada pihak swasta.

Baca Juga  DPRD Kaltim Bahas Realisasi APBD 2024, Target Pendapatan Terlampaui

UEFA, AFC, dan Concacaf menilai rencana tersebut telah melewati batas independensi FIFA.

Infantino kemudian membatalkan proposal FFE dan menggelar rapat darurat bersama staf FIFA di Rabat, Maroko, pada 5 Mei 2026. Dalam rapat itu, staf FIFA menyatakan tetap mendukung Infantino sebagai presiden.

Sikap tersebut justru mendapat sorotan dari tiga konfederasi. Mereka menilai FIFA semestinya mengakui bahwa rencana pelepasan saham Piala Dunia merupakan kesalahan serius.

“Ketiadaan pengakuan bahwa usaha menjual saham Piala Dunia adalah kegagalan penilaian yang mendalam–tidak saja kesalahan langkah prosedural, tetapi pelanggaran kepercayaan fundamental dengan FIFA yang ada untuk melayani,” tulis mereka.

Baca Juga  Paripurna DPRD Kukar Sempat Memanas, Pemkab Tegaskan Raperda Pesantren Sudah Disetujui

Ketegangan tersebut bahkan membuka kemungkinan terjadinya boikot oleh negara-negara anggota UEFA, AFC, dan Concacaf terhadap sejumlah turnamen FIFA.

Salah satu turnamen yang berpotensi terdampak adalah Piala Dunia U-20 Putri 2026 di Polandia yang dijadwalkan berlangsung pada 5-27 September 2026.

Di tengah tekanan tersebut, FIFA sebelumnya menuding sejumlah media melakukan “orkestrasi” untuk menjatuhkan Infantino. FIFA juga membantah tudingan bahwa Infantino memberikan “uang tolak” kepada seseorang yang disebut pernah menjadi kekasihnya saat bekerja di UEFA pada periode 2000-2016.

Di sisi lain, sejumlah negara telah menyatakan dukungan kepada Infantino untuk kembali memimpin FIFA. Meksiko, Argentina, dan Indonesia termasuk negara yang disebut mendukungnya dalam pemilihan presiden FIFA yang dijadwalkan berlangsung pada Kongres FIFA di Rabat, Maret mendatang.

Baca Juga  Pedagang Tangga Arung Keberatan Isi Perjanjian, DPRD Kukar Siapkan RDP

Sementara itu, Presiden Federasi Sepakbola Norwegia Lise Klaveness menjadi pejabat anggota FIFA pertama yang secara terbuka meminta Infantino mundur dari jabatannya. (Zu)