Angka Kematian Bayi Masih Jadi Sorotan di Hari Anak Nasional 2023

Angka Kematian Bayi Masih Jadi Sorotan di Hari Anak Nasional 2023
Ilustrasi.

SAMARINDA – Angka kematian bayi masih jadi tantangan serius dalam puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) di Desa Budaya Pampang, Kelurahan Sungai Siring, Samarinda Utara, Ahad (23/7/2023). Dalam peringatan Hari Anak Nasional yang digelar Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cabang Kaltim ini dihadiri oleh dokter anak dan dokter umum dari seluruh Indonesia.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim Jaya Mualimin menyampaikan, angka kematian bayi masih menjadi permasalahan yang serius. Beberapa langkah telah diambil untuk mengidentifikasi akar permasalahan tersebut.

Baca Juga  Dapat Penghargaan Nasional, Bupati Edi Harap Bapenda Kukar Terus Tingkatkan Kinerja

Dikatakan, terungkap bahwa beberapa laporan dari kepala dinas kabupaten/kota menunjukkan keterbatasan sarana PICU dan NICU, yang menyebabkan kendala layanan kesehatan.

“Di provinsi Kaltim, hanya terdapat 78 tempat tidur untuk PICU dan NICU. Yang mana jumlah ini tidak mencukupi mengingat banyaknya rujukan dari klinik-klinik bersalin dan rumah sakit tipe D dan C yang tidak memiliki sarana tersebut, sehingga pelayanan medis menjadi terhambat,” terangnya.

Baca Juga  Anjungan Dukcapil Mandiri Hadir di Kukar, Diluncurkan Juni Tahun Ini

Sementara itu Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin, dalam sambutannya melalui live zoom menyatakan, masalah kematian anak merupakan isu yang sangat penting. Beliau menyampaikan bahwa sejak menjabat sebagai menteri, angka kematian bayi di Indonesia berhasil menurun dari 21 per seribu menjadi 19 per seribu.

“Kementerian Kesehatan telah melakukan berbagai upaya, bekerja sama dengan IDAI, termasuk pemasangan alat USG di sepuluh ribu Puskesmas untuk mendukung deteksi dini komplikasi kelahiran dan masalah kesehatan lainnya,” sebutnya. (xl)