Disdamkartan Samarinda Imbau Masyarakat Waspadai Potensi Kebakaran Akibat Kemarau

Kebakaran di Handil Baru yang renggut nyawa bocah enam tahun. (Foto: Zulkar/Komparasi)

SAMARINDA – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Kota Samarinda mengimbau masyarakat untuk mewaspadai terjadinya kebakaran akibat pengaruh cuaca kemarau yang kering akibat dari El Nino. Sebagaimana disampaikan Kepala Disdamkartan Samarinda Hendra AH dalam dialog kemarau waspadai musibah kebakaran, Selasa (8/8/2023).

“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk waspada terhadap bencana kebakaran,” tuturnya.

Hendra menjelaskan, kebakaran terjadi terbanyak di pertengahan Juli. Di mana 50 persen lebih penyebab kebakaran yaitu kebakaran korsleting listrik dan kelalaian manusia.

Baca Juga  Cuaca Buruk hingga Februari, Markaca Imbau Masyarakat Samarinda Tanggap

Menurut data tahun ke tahun, musibah kebakaran cenderung menurun. Tercatat di 2020 ada 282 kasus kebakaran, 2021 ada 240 kasus kebakaran, 2022 ada 227 kasus kebakaran dan 2023 terjadi 95 kasus kebakaran. Kebakaran itu 95 persen akibat kelalaian manusia. Oleh karena itu, upaya masyarakat dalam mencegah kebakaran sangat diperlukan.

“Tidak hanya waspada EL Nino saja, tetapi bagaimana upaya kita mencegah terjadinya kebakaran,” tuturnya.

Baca Juga  Bupati Kukar Ingin Semarak Festival Sebulu 2022 Dicontoh Kecamatan Lain

Lebih lanjut Hendra menegaskan penting bagi masyarakat melakukan pencegahan kebakaran dengan memastikan jaringan listrik tidak bermasalah. Memeriksa kapasitas kompor gas secara berkala, dan tidak meninggalkan kompor saat sedang memasak.

Setiap rumah juga diharapkan memiliki Alat Pemadam Api Ringan (APAR) supaya bisa membantu memadamkan api dengan cepat jika terjadi kebakaran dini.

“Masyarakat harus tetap waspada dan tidak lengah dalam menghadapi potensi kebakaran,” ungkap Hendra. (xl)