Harga Beras Alami Kenaikan, Pemerintah Diminta Segera Bertindak

Pemkot Samarinda Bakal Kembali Salurkan Cadangan Pangan Pekan Depan
Ilustrasi beras. (Shutterstock/DesignStory56)

JAKARTA – Anggota Komisi IV DPR RI Edward Tannur menyoroti mengenai tren kenaikan harga beras yang sedang terjadi akhir-akhir ini. Dia mendorong pemerintah untuk bergegas antisipasi dengan melibatkan seluruh lembaga yang berkaitan dengan stabilisasi pangan.

“Memang lagi ngetren itu kenaikan harga beras. Bergegas memang perlu dilakukan antisipasi secepat-cepatnya dan sebaik-baiknya. Perlu ada kerja sama yang baik dengan Kementerian Pertanian, Bulog dan lain-lain kementerian yang terkait di dalamnya yang berurusan dengan stabilisasi harga pangan,” ungkapnya dalam Rapat Kerja Komisi IV dengan Badan Pangan Nasional di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Kamis (7/9/2023).

Baca Juga  Pemkab Kukar Beri Bantuan Rehabilitasi Masjid di Sebulu

Edward pun merasa bingung dan meminta penjelasan kepada Badan Pangan Nasional. Karena menurutnya saat ini stok impor berkecukupan khususnya beras, tetapi harga beras di masyarakat semakin hari selalu naik terus.

“Mengenai stabilisasi harga, stoknya ada. Tetapi di satu sisi harga di pasaran terus merangkak naik. Mungkin ada hal-hal khusus yang perlu dilakukan antisipasi, mungkin operasi pasar atau apa dan lain-lain sebagainya untuk menjamin. Agar masyarakat kita jangan sampai keberadaannya sulit, El Nino sudah bikin sulit, beras naik lagi, tambah sulit lagi sebentar lagi, suhu naik lagi, udara kotor lagi,” tuturnya.

Baca Juga  Pemungutan Suara Pemilu 14 Februari 2024 Ditetapkan sebagai Hari Libur Nasional

Selain itu, Politisi Fraksi PKB itu juga menyoroti mengenai ketersediaan jagung di pasaran yang saat ini mulai rawan. Hal ini perlu menjadi perhatian juga bagi pemerintah karena komoditas jagung ini bukan hanya mengenai konsumsi bagi manusia tetapi juga diperuntukan untuk pakan ternak.

“Kalau kita kasih makan sapi atau ayam makan beras kita itu artinya yang pelihara ayam itu bangkrut nanti, nanti jual lagi harga telur jatuh, harga ayam potong jatuh, lagi artinya ini kita bukan membantu masyarakat kita tetapi mau mematikan masyarakat ini,” papar Edward.

Baca Juga  Mal Pelayanan Publik Diharapkan Tingkatkan Penanaman Modal di Kutai Kartanegara

“Jadi harus dipikirkan untung ruginya menyangkut masalah. Pakan-pakan yang kita siapkan dan bukan hanya manusia saja, semua makhluk hidup butuh makan,” tegasnya. (xl)