Wakil Rakyat Bergerak Fasilitasi Polemik Relokasi Pasar Pagi Samarinda

Pedagang menolak revitalisasi karena belum adanya sosialisasi. (Istimewa)

SAMARINDA – Anggota DPRD Samarinda Abdul Rohim langsung terjun di tengah polemik revitalisasi pasar pagi. Seperti diketahui pemerintah akan merelokasi para pedagang ke pasar lainnya yang ada di Kota Tepian.

Akan tetapi, hal tersebut memicu penolakan para pedagang. Penolakan itu disebabkan Pemkot Samarinda belum melakukan sosialisasi secara tatap muka.

“Semua pedagang yang saya tanya, mengatakan belum ada sosialisasi terkait rekontruksi bangunan dan relokasi pedagang pasar pagi,” ungkap Abdul Rohim, Jumat (6/10/2023).

Baca Juga  Premier League Menggebrak: Tiga Finalis Eropa 2025 Berjuang Raih Trofi

Pria yang disapa akrab Rohim itu berharap Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda dapat segera mengakomodasi persoalan tersebut. Yaitu dengan melakukan sosialisasi kepada seluruh pedagang Pasar Pagi terkait wacana revitalisasi yang ingin dilakukan.

“Sebaiknya Pemkot segera melakukan sosialisasi terkait kebijakan rekonstruksi dan relokasi pasar pagi, agar tidak terjadi kesimpangsiuran informasi di kalangan pedagang yang menimbulkan kegelisahan,” imbuhnya.

Baca Juga  DPMD PPU Terapkan Program Bermalam di Desa untuk Pembinaan Masyarakat

Rohim juga sangat menyayangkan kejadian ini. Padahal sosialisasi sangatlah penting. “Sekedar sosialisasi kebijakan apalagi di tengah dukungan pedagang sebenarnya hal yang mudah, semoga bisa segera dilakukan. Tetapi jika memang tidak dilakukan, maka kami akan fasilitasi agar semua proses bisa dilakukan dengan baik,” pungkasnya. (nta)