Kabar Duka, Mantan Menteri dan Ekonom Senior Indonesia Rizal Ramli Tutup Usia

Kabar Duka, Mantan Menteri dan Ekonom Senior Indonesia Rizal Ramli Tutup Usia
Rizal Ramli semasa hidup. (istimewa)

JAKARTA – Kabar duka di awal 2024, ekonom senior yang pernah menjabat menteri di Indonesia, Rizal Ramli tutup usia. Mantan Menko Kemaritiman itu meninggal dunia Selasa (2/1/2024) sekira pukul 19.30 WIB di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta pada usia 69 tahun.

Kabar wafatnya Rizal Ramli beredar di kalangan wartawan yang kemudian dibenarkan oleh kerabatnya. Jenazah pria yang pernah menjabat Menteri Keuangan di era kepemimpinan Presiden Abdurrahman Wahid ini rencananya dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jeruk Purut, Jakarta Selatan (Jaksel), Kamis (4/1/2023).

“Besok dimakamkan di TPU Jeruk Purut, bersama dengan almarhumah istri beliau,” ungkap tim komunikasi sekaligus perwakilan keluarga Rizal Ramli, Yosef Sampurna, kepada media di rumah duka di kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Jakarta, Rabu (3/1/2024).

“Karena masih menunggu kedatangan putri beliau yang baru berangkat dari Amerika,” sambung Yosef.

Baca Juga  Menparekraf Sandiaga Uno Tiba di Kukar, Paparkan Workshop Kabupaten/Kota Kreatif

Jenazah Rizal Ramli tiba di rumah duka pada Rabu dini hari, pukul 00.52 WIB, dengan menggunakan mobil ambulans dari RSCM Jakarta. Kabar duka ini pun mendapat perhatian dari para tokoh Indonesia, yang memberikan ucapan belasungkawa dan mengirimkan karangan bunga.

Lahir pada 10 Desember 1954, Rizal adalah ekonom senior dan tokoh pergerakan mahasiswa Indonesia era 1977/78. Dia pernah menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia menggantikan Indroyono Soesilo sejak 12 Agustus 2015 hungga 27 Juli 2016.

Sebelumnya, ia juga pernah menjabat Kepala Badan Urusan Logistik (Bulog), Menteri Koordinator bidang Perekonomian, serta Menteri Keuangan Indonesia pada Kabinet Persatuan Nasional pada masa pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur). 

Rizal pernah ditawari oleh Soeharto untuk menjadi menteri di Kabinet Pembangunan VII serta pernah ditawari oleh Gus Dur untuk menjadi Ketua Badan Pemeriksa Keuangan serta Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat, namun semuanya ditolaknya. Barulah ketika Gus Dur memintanya menjadi Kepala Bulog, dia menerima.

Baca Juga  "Garis Tangan", Inspirasi Edi Damansyah untuk Generasi Masa Depan

Di tingkat internasional, Rizal pernah dipercaya sebagai anggota tim panel penasihat ekonomi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bersama beberapa tokoh ekonom dari berbagai negara lainnya. Karena ingin fokus mengabdi pada negara dan bangsa Indonesia, Rizal pernah menolak jabatan internasional sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) Economic & Social Commission of Asia and Pacific (ESCAP) yang ditawarkan PBB pada November 2013.

Oleh sebagian kalangan, Rizal Ramli dijuluki sebagai “Sang Penerobos” karena ide-idenya yang tidak konvensional namun tepat sasaran, dan berpihak pada kepentingan rakyat. Ia juga pernah didaulat sebagai Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin Indonesia) tandingan pada September 2013, setelah terjadinya perpecahan dalam tubuh organisasi itu. Pada Oktober 2015, posisi Rizal sebagai ketua umum Kadin Indonesia digantikan oleh Eddy Ganefo.

Baca Juga  Kamar Dagang Hainan Jajaki Peluang Investasi di IKN

Setelah sekian lama tidak masuk dalam lingkaran utama kekuasaan, pada Agustus 2015, Rizal Ramli diminta oleh Presiden Joko Widodo untuk bertugas mengurus bidang kemaritiman dan sumber daya. Walau sudah berada dalam pemerintahan, sikap kritis Rizal tidak berubah. Ia sering melontarkan kritik pedas (yang diistilahkan kepret) terhadap sesuatu yang dianggapnya tidak berpihak pada kepentingan bangsa dan negara, sehingga ia mendapat julukan baru “Rajawali Ngepret”. (xl)