Kalah Lawan Tiongkok, Tim Bulu Tangkis Indonesia Gagal Juara Piala Uber dan Thomas

Kalah Lawan Tiongkok, Tim Bulu Tangkis Indonesia Gagal Juara Piala Uber dan Thomas
Indonesia mesti puas di posisi runner-up Piala Thomas 2024. (PBSI)

CHENGDU – Tim Bulu Tangkis Indonesia di Piala Uber dan Piala Thomas 2024 yang berlangsung di Tiongkok gagal menjadi juara. Setelah kedua tim masing-masing dikalahkan Tim Tiongkok di babak final, Ahad (2/5/2024).

Setelah 16 tahun penantian, akhirnya tim bulu tangkis putri Indonesia membawa pulang medali setelah mencapai final Piala Uber 2024. Tim yang dipimpin oleh pemain ganda putri Apriyani Rahayu ini pulang dengan gelar runner up dan medali perak setelah kalah 0-3 dari tim tuan rumah.

Bagi tunggal putri Ester Nurumi Tri Wardoyo, pengalaman untuk bertanding di partai puncak sebagai salah satu penentu kemenangan Indonesia merupakan hal yang sangat membanggakan. Dia harus mengakui keunggulan wakil tuan tumah He Bing Jao melalui rubber game ketat 10-21, 21-15, 17-21 dalam tempo 68 menit.

Mengenai jalannya pertandingan, Ester mengaku sudah memberikan perlawanan yang maksimal untuk memperpanjang napas Indonesia di final Piala Uber 2024.

Baca Juga  Punya Potensi Besar dan Beragam, Rumah Cokelat Lung Anai Jadi Simbol Penting Daerah

“Walaupun belum berhasil, saya merasa permainan saya cukup baik hari ini. He Bing Jao bukan pemain yang mudah (untuk diatasi),” kata Ester.

Meskipun keluar sebagai runner up, ini merupakan ke-11 kalinya Indonesia tampil di babak final Piala Uber, dan menjadi negara kedua yang mengoleksi gelar finalis setelah Tiongkok dengan 20 kali penampilan.

Di Piala Uber, kombinasi pemain senior dan pemain muda menghiasi tim Merah-Putih. Di nomor tunggal Gregoria Mariska Tunjung, Ester Nurumi Tri Wardoyo, Komang Ayu Cahya Dewi dan Ruzana menjadi andalan.

Sementara di nomor ganda diisi Apriyani Rahayu, Siti Fadia Silva Ramadhanti, Ribka Sugiarto, Lanny Tria Mayasari, Rachel Allessya Rose dan Meilysa Trias Puspitasari.

Ganda putra Indonesia Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri harus mengakui keunggulan tuan rumah pada partai keempat babak final, yang membuat tim Merah Putih harus puas menjadi runner up Piala Thomas 2024.

Bagas/Fikri kalah dari ganda Tiongkok He Ji Ting/Ren Xiang Yu dalam straight set 11-21,15-21 yang berlangsung di Chengdu Hi Tech Zone Sports Center Gymnasium.

Baca Juga  Laila Fatihah Dorong Pengembangan Ekonomi Kreatif Lewat UKM

Hasil tersebut membuat Indonesia kalah 1-3 dari Tiongkok, setelah tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting dan ganda Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto takluk di tangan tuan rumah, namun Jonatan Christie berusaha memperpanjang napas Indonesia pada babak final ini.

Pada gim pertama Bagas/Fikri salah langkah hingga tertinggal cukup jauh 3-10. Ganda Indonesia peringkat sembilan dunia itu harus merelakan set pertama dengan 11-21.

Selisih angka yang jauh pada gim pertama, membawa rasa kepercayaan diri yang lebih kepada ganda Tiongkok. Meski begitu, Bagas/Fikri berhasil mengimbangi permainan He/Ren dengan saling mengejar angka.

Namun, Bagas/Fikri tak dapat menjaga perbedaan poin dan tertinggal 7-11 pada paruh gim kedua. Ganda Indonesia mencobamembalikkan keadaan, namun selisih angka semakin lebar hingga menyerah 15-21.

Ini merupakan penampilan final Piala Thomas ke-22 bagi skuad Merah Putih, serta final ketiga mereka secara berturut-turut.

Baca Juga  Pekerja Kehutanan dan Perkebunan Dominasi Penderita Malaria di Kaltim

Piala Thomas terakhir dibawa pulang oleh tim putra Indonesia pada 2020 di Aarhus, Denmark. Kemenangan tersebut merupakan pencapaian yang sangat diapresiasi penggemar bulu tangkis, karena Indonesia berhasil memboyong Piala Thomas setelah puasa gelar selama 19 tahun lamanya.

Namun, pada edisi 2022, Indonesia harus puas dengan predikat  runner up setelah kalah dari tim bulu tangkis putra India, yang kemudian terulang di Chengdu tahun ini setelah menyerah 1-3 kepada Tiongkok. (xl)