Tahap Awal Program Makan Bergizi Gratis di Kukar Ditunda, Ada Apa?

Tahap Awal Program Makan Bergizi Gratis di Kukar Ditunda, Ada Apa?
Ilustrasi.

KUTAI KARTANEGARA – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kutai Kartanegara (Kukar) dipastikan mengalami penundaan hingga tanggal 13 Januari 2024. Sebelumnya, program ini direncanakan mulai dilaksanakan pada Senin (6/1/2025) di sejumlah sekolah di wilayah Kukar.

Dalam tahap awal pelaksanaannya, terdapat lima sekolah di Kukar yang direncanakan menjadi penerima program MBG. Sekolah-sekolah tersebut meliputi SD Negeri 01 Tenggarong, SD Negeri 03 Tenggarong, SD Negeri 18 Tenggarong, serta SMP Negeri 1 Tenggarong dan SMP Negeri 2 Tenggarong.

Program MBG sendiri merupakan salah satu program unggulan yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka. Program ini dirancang untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia dan akan dilaksanakan secara serentak di 190 titik di 26 provinsi.

Baca Juga  Optimalkan Pengentasan Kemiskinan, BPSDM Kaltim Kembangkan Kompetensi JPT

Penundaan pelaksanaan program MBG di Kukar disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, Joko Sampurno. Langkah tersebut diambil untuk memastikan kesiapan seluruh pihak terkait, sehingga program dapat berjalan lancar tanpa hambatan.

“Untuk mempersiapkan dengan matang, kami tidak ingin terburu-buru dalam pelaksanaannya. Oleh karena itu, kami memutuskan untuk menunda hingga 13 Januari 2024 agar semua pihak, memiliki waktu yang cukup untuk mempersiapkan diri,” ujar Joko.

Sementara itu, salah satu sekolah yang akan menjadi lokasi pelaksanaan program MBG yaitu SMP Negeri 1 Tenggarong turut memberikan tanggapan terkait penundaan tersebut. 

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMP Negeri 1 Tenggarong Rabiatul Huda menyampaikan, penundaan ini dilakukan dengan tujuan meningkatkan intensitas koordinasi antara pihak sekolah dan penyelenggara program.

Baca Juga  Ubah Skema Bantuan Ponpes, Pemkab Kukar Fokus Beri Langsung ke Santri

Menurut Rabiatul Huda, persiapan yang matang dan koordinasi yang lebih intensif sangat penting agar pelaksanaan program MBG dapat berjalan sesuai dengan harapan. 

“Penundaan ini memberikan waktu tambahan bagi kami untuk memastikan semua aspek teknis dan administratif dapat dipersiapkan dengan baik. Dengan demikian, pelaksanaan program nantinya dapat berlangsung lancar tanpa kendala berarti,” ungkapnya.

Rabiatul juga menambahkan, pihak sekolah terus melakukan komunikasi dengan penyelenggara untuk membahas hal-hal terkait. Seperti distribusi makanan, pengaturan jadwal, serta pemenuhan standar kebersihan dan kualitas makanan. 

“Kami ingin memastikan bahwa program ini benar-benar memberikan manfaat yang maksimal bagi siswa. Sehingga setiap langkah persiapan harus dilakukan secara teliti dan menyeluruh,” tambahnya.

Baca Juga  Samarinda Seberang Jadi Percontohan Kecamatan Digital, Terapkan Pelayanan ala Perbankan

Dengan adanya penundaan ini, diharapkan seluruh pihak yang terlibat, termasuk sekolah, penyelenggara, dan pemangku kepentingan lainnya, memiliki waktu yang cukup untuk memastikan kesiapan optimal. Sehingga tujuan utama program MBG dalam mendukung pemenuhan gizi siswa dapat tercapai secara efektif. (fjr)