Jadi Korban Perundungan di Sekolah, Pelajar Kukar Kritis Masuk Rumah Sakit

ilustrasi. (ist)

SAMARINDA – Nasib tragis dialami pelajar perempuan berumur 10 tahun berinisial TN. Dirinya menjadi korban bullying atau perundungan hingga mengalami kondisi kritis dilarikan ke rumah sakit.

Ketua Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA) Rina Zainun mengatakan, TN adalah korban dari perundungan di lingkungan sekolahnya di Kutai Kartanegara (Kukar).

“Alhamdulillah, sekarang korban sudah mendapatkan perawatan dan sekarang sudah bisa membuka mata,” kata Rina saat dihubungi melalui telepon, Senin (27/1/2025).

Berdasarkan informasi sebelumnya, TN yang hanya tinggal bersama neneknya diduga sempat putus asa karena menjadi korban perundungan di sekolah.

Baca Juga  Kadinkes dan Direktur Perusahaan Jadi Tersangka Korupsi Pembangunan RS Bekokong Kutai Barat

“Dia (TN) sempat menelan 10 butir paracetamol. Neneknya sempat melihat pertama kali kondisi korban ragu menelepon ambulans dikarenakan tidak memiliki biaya,” ujarnya.

Warga sekitar yang mengetahui hal itu, langsung melapor ke TRC PPA Korwil Kaltim. TRC segera melaporkan ke Polsek Anggana untuk mendapat pertolongan secepatnya.

Kepada Rina, nenek korban menceritakan bahwa cucunya sempat dikurung di dalam kelas oleh beberapa terduga pelaku. Namun, neneknya tidak mengetahui tindakan perundungan seperti apa yang dialami oleh TN cucunya.

Baca Juga  Kukar Jadi Daerah Tercepat Berikan Bonus Atlet Berprestasi SEA Games

Rina menekankan bahwa kasus ini, tengah didalami untuk mendapatkan kejelasan. Diketahui, kondisi korban yang tidak harmonis ditambah dengan perundungan di sekolah membuat korban merasa tidak diterima di lingkungan manapun. Hal ini yang membuat korban mengambil langkah nekat dengan menegak 10 butir paracetamol.

“Saya meminta untuk pelaku bullying atau perundungan harus diusut dengan tegas, tidak ada mediasi terkait hal ini. Jika mediasi langsung diambil maka sama saja menciderai rasa keadilan korban,” tegas Rina. (nta)

Baca Juga  Bisa Bahayakan Kesehatan, Masyarakat Diminta Tidak Konsumsi "Chiki Ngebul"
toto slot