Fasilitasi Pemuda Tunjukkan Skill Olahraga Tantangan, Dispora Kukar Gelar Bejaguran Season IV

Fasilitasi Pemuda Tunjukkan Skill Olahraga Tantangan, Dispora Kukar Gelar Bejaguran Season IV
Flyer Bejaguran Season IV yang akan digelar Dispora Kukar.

KUTAI KARTANEGARA – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutai Kartanegara (Kukar) kembali menghadirkan ajang Bejaguran Season IV sebagai wadah bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat dalam olahraga tantangan. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung 20–21 Juni 2025 di Taman Tanjong Tenggarong, berkolaborasi AOKI dan Bejaguran Entertainment.

Kepala Dispora Kukar Aji Ali Husni menjelaskan, Bejaguran merupakan bentuk olahraga masyarakat yang memiliki nilai positif dan perlu difasilitasi. Agar tidak berkembang ke arah negatif, seperti perkelahian liar atau tawuran.

“Pertama, kegiatan bejaguran ini memang salah satu yang kita fasilitasi melalui Dispora, karena merupakan bagian dari olahraga tantangan yang tumbuh secara alami di tengah masyarakat,” ujar Aji Ali Husni, Rabu (21/5/2025).

Baca Juga  Baru Satu Jam Dibuka, Pendaftar Beasiswa Kaltim Sudah Tembus Ribuan

Berbeda dengan olahraga bela diri formal seperti tinju, bejaguran dapat dilakukan oleh siapa saja dan kapan saja, selama mengikuti aturan yang telah ditetapkan. Kegiatan ini dinilai mampu memberikan panggung bagi para pemuda, atlet, maupun pelaku olahraga bertarung untuk mengadu kemampuan fisik dan keterampilan secara sportif.

“Bejaguran bukan sekadar ajang adu fisik, tapi juga sarana pembinaan. Jika dikelola secara berkelanjutan, tidak menutup kemungkinan dapat melahirkan atlet-atlet profesional,” jelas Aji Ali. .

Baca Juga  Sanksi dari WADA Jadi Peringatan dan Pelajaran untuk Olahraga Indonesia

Istilah bejaguran sendiri berasal dari bahasa Kutai, yang memiliki arti positif sebagai ajang bertarung, namun pada agenda tersebut telah disiapkan tempat lengkap dengan wasit, juri, dan sistem penilaian.

Dengan penyelenggaraan yang terorganisir, Aji Ali berharap kegiatan tersebut dapat menjadi media penyelesaian konflik secara sportif serta mendorong semangat berolahraga di kalangan generasi muda.

“Minimal, jika ada sentimen pribadi antar individu, bisa disalurkan secara sehat dalam satu ring, bukan dalam bentuk tawuran atau perkelahian tidak terkontrol,” tandasnya. (fjr)