KABUT embun masih terlihat di sejumlah sudut jalan di Kota Raja, Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar). Di saat bersamaan, Bupati Edi Damansyah melantik lima kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Kukar. Lokasinya terbilang tak biasa, di selasar Masjid At Taqwa Tenggarong.
Pelantikan dan pengambilan sumpah pejabat pimpinan tinggi pratama itu diawali safari subuh yang dipimpin langsung Edi dan wakilnya, Rendi Solihin. Sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Kukar turut hadir, termasuk Sekkab Kukar Sunggono.
Usai menggelar salat subuh berjemaah, rombongan serta pejabat yang akan dilantik mendapat siraman rohani berupa ceramah keagamaan terlebih dahulu. Setelah itu, barulah prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan digelar secara sederhana sekira pukul 06.20 Wita.
Lengkap dengan mengenakan baju koko, Bupati secara resmi melantik lima pejabat OPD tersebut. Yakni Ahmad Junaidi sebagai Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kukar, Bahari Joko Susilo sebagai Kepala Badan Pendapatan Asli Daerah (Bapenda) Kukar, Arianto sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMD), Arfan Boma sebagai Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kukar dan Aji Ali Husni sebagai Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar.
Usai melakukan pelantikan, Bupati Kukar Edi Damansyah mengingatkan sejumlah hal kepada pejabat yang baru dilantik. Terutama berbagai persoalan yang kerap dihadapi kepala dinas. Dari hal yang sederhana, yaitu kepala OPD yang justru tidak pernah apel pada Senin pagi. Sehingga dianggap kurang memberikan contoh yang baik.
Banyak hal kata dia bisa dilakukan untuk memberi peringatan kepada pejabat yang bersangkutan. Termasuk yang dilakukan pada pelantikan hari ini. Yaitu dengan melakukan pelantikan di selasar masjid usai salat subuh berjemaah.
“Kami ingin mengingatkan bahwa ada amanah yang harus dijalankan. Jangan semangatnya pada saat sebelum dilantik saja. Makanya, prosesi pelantikan juga dilakukan di tempat yang harapannya bisa mengetuk batin pejabat yang dilantik,” kata Bupati.

Prosesi pelantikan ini pun merupakan tindak lanjut hasil seleksi terbuka pejabat eselon II beberapa waktu lalu. Tersisa satu OPD yang menurutnya belum memenuhi syarat untuk dilakukan pelantikan jabatan. Yaitu jabatan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kukar. Lantaran hanya ada satu orang pendaftar.
“Menjadi kepala Bappeda ini memang tidak mudah. Kami harapkan nanti pejabat yang mengisi memiliki kompetensi yang baik dan sesuai kebutuhan,” tutupnya. (zu)













