Pendaki Asal Belanda Jatuh di Gunung Rinjani

Foto : Tim SAR mengerahkan bantuan berupa helikopter SGi Air Bali dan berhasil melakukan evakuasi terhadap korban. (Ist)

NTB – Pendaki asal Belanda, Sarah Tamar Van Hulten, mengalami insiden cedera kepala setelah terjatuh di Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Kamis siang (17/7).

Tim SAR mengerahkan bantuan berupa helikopter SGi Air Bali dan berhasil melakukan evakuasi. Korban langsung diterbangkan ke Rumah Sakit BIMC Kuta, Bali.

Kepala Kantor SAR Denpasar, I Nyoman Sidakarya, menyatakan bahwa evakuasi udara rampung pada pukul 17.29 WITA.

Meski sempat terkendala oleh medan yang sulit dan kabut tebal, helikopter milik SGi Air Bali akhirnya mampu mengevakuasi korban.

Pihaknya memastikan bahwa korban mendapatkan penanganan medis sejak proses evakuasi hingga dibawa ke rumah sakit.

Baca Juga  Legislator Ini Minta Pemkot Samarinda Tanggung Jawab Penutupan Jalur Ring Road 2

“Kondisinya saat ini stabil meski mengalami luka di bagian kepala, dan sudah ditangani langsung oleh tim medis,” ujar Sidakarya kepada wartawan.

Evakuasi terhadap pendaki berpaspor Belanda yang tinggal di Denmark itu dimulai setelah Tim SAR menerima laporan dari Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) tentang insiden yang menimpa seorang warga negara asing di jalur pendakian Pelawangan Sembalun pada pukul 14.00 WITA.

Kantor SAR Mataram segera mengirim Tim Rescue dari Pos SAR Kayangan ke lokasi insiden. Tim yang berjumlah lima orang itu berangkat menggunakan truk dan membawa perlengkapan mountaineering.

Baca Juga  Kesulitan Ekonomi, Bocah SD di Ngada Tinggalkan Surat Pilu untuk Mama

Mereka diperkirakan sampai di lokasi pada pukul 16.50 WITA. Pukul 15.25 WITA, Kepala Kantor SAR Mataram mulai berkoordinasi dengan SGi Air Bali dan Kepala Kantor SAR Denpasar untuk mengerahkan helikopter dalam mendukung evakuasi melalui udara.

Pada pukul 15.45 WITA, helikopter SGi Air Bali berangkat dari Bali menuju lokasi kejadian.

Helikopter berhasil mendarat di titik evakuasi pada pukul 16.41 WITA, lalu segera mengangkut korban. Helikopter kembali lepas landas pukul 16.52 WITA dan mendarat di helipad SGi Air Bali pukul 17.29 WITA, membawa korban menuju rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. (Zu)

Baca Juga  Sebut Rentan Kerusakan Alam, Muhammadiyah Kritisi Proyek Rempang Eco City