JAKARTA – Belakangan ramai pengibaran bendera bajak laut Jolly Roger dari serial animasi One Piece di bulan Agustus menggantikan bendera Merah Putih. Pengibaran ini disebut sebagai bentuk kritik terhadap Pemerintah RI yang disebut mengeluarkan kebijakan-kebijakan kontroversial.
Menanggapi hal ini, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco mengingatkan adanya upaya sistematis yang berpotensi memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.
“Kami juga mendeteksi dan juga dapat masukan dari lembaga lembaga pengamanan, memang ada upaya-upaya ya namanya untuk memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa,” ungkapnya, Kamis (31/7/2025) dikutip dari Kantor Berita Antara.
Untuk itu Dasco mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi dan tetap menjaga semangat persatuan. Menurutnya, pengibaran bendera-bendera seperti itu haruslah dilawan.
Dasco menyebut gerakan sistematis untuk memecah belah bangsa yang terdeteksi tersebut tidak hanya berasal dari dalam negeri, tetapi juga dari luar negeri.
“Ya, banyak juga, ternyata tidak ingin bangsa Indonesia maju, pada saat ini kita sedang pesat-pesatnya untuk mencapai kemajuan,” tutur politisi Partai Gerindra ini.
Karena itu DPR RI mengajak masyarakat untuk bersatu menghadapi upaya-upaya memecah belah bangsa dari berbagai pihak yang tidak menyukai kemajuan Indonesia tersebut.
“Hal ini tentunya ada yang suka, ada yang enggak suka, tapi terhadap yang tidak suka, mari kita bersatu kita lawan,” tandas Dasco.
Direktorat Jenderal (Dirjen) Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) ikut angkat bicara perihal pengibaran bendera tersebut. Direktur Jenderal Polpum Kemendagri Bahtiar Baharuddin mengingatkan bahwa memimpin negara bukan hal mudah.
“Tidak mudah memimpin negara dalam situasi dunia yang tidak normal di global maupun regional, tantangannya besar sekali,” ucapnnya di sela pembagian 10 juta bendera merah putih di Denpasar, Bali, Jumat (1/8/2025).
Bahtiar lantas berharap kondisi ini tidak direspons lebih jauh. Pihaknya mengajak untuk fokus menyelesaikan tantangan dengan mendukung pemerintah yang bekerja tidak mudah.
“Fokus saja bahwa ini negara berdaulat dan banyak sekali tantangan di usia 80 tahun ini yang harus kita kerjakan, maka semangat persatuan kebangsaan yang dipimpin Prabowo-Gibran hari ini dan pemimpin kita, kita harus di posisi sana,” bebernya.
“Ada perang tarif, ada situasi perang, tidak mudah memimpin negara dalam kondisi ini juga daerah tidak mudah,” sambung Bahtiar.
Walaupun tidak secara tegas melarang pemasangan bendera One Piece, Bahtiar tetap mengajak masyarakat memasang bendera merah putih. Karena inilah bendera yang merupakan pemersatu masyarakat sesungguhnya.
“Ya silakan saja, natural saja, semua warga negara boleh, tapi semangat persatuan itu kita kuatkan, apa yang menyatukan kita saya orang Bone ini orang Bali salah satunya ya bendera merah putih,” jelasnya.
“Kita sepakat bahwa menjadi sebuah negara apapun masalah dihadapi bareng-bareng, nah pengikatnya bendera merah putih, ini harus kita ingatkan dan gelorakan ke warga,” kata Bahtiar Baharuddin.
Disinggung soal potensi pengibaran bendera One Piece menjadi sebuah gerakan masif, Bahtiar enggan merespons. Dirinya memilih fokus pada gerakan 10 juta bendera Merah Putih. (xl)
Rekomendasi Seputar Berita
https://suarasulutnews.co.id/
https://tandapetik.com/












