KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus berupaya melakukan pembenahan objek wisata Pulau Kumala. Pemkab Kukar merencanakan peningkatan aksebilitas dan pengembangan berbagai jenis hiburan dengan konsep one stop entertainment.
Salah satu rencana yang diungkapkan Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, untuk melakukan pengembangan Pulau Kumala yakni dengan menggandeng investor untuk membangun lapangan golf bertaraf internasional di Pulau Kumala.
Untuk merealisasikan itu, Pemkab Kukar menyiapkan skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU), sehingga, tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Semua kegiatan yang bisa menghasilkan revenue, harapan kita dibangun lewat KPBU. Jadi tidak membebani APBD. Lapangan golf ini salah satunya. Skemanya bisa KPBU, bisa bantuan swasta,” kata Aulia Rahman Basri.
Ia menegaskan konsep besar Pulau Kumala sebagai kawasan pengembangan berbagai jenis hiburan atau one stop entertainment. Artinya, kawasan ini tidak hanya akan menjadi venue olahraga golf, tetapi juga akan mencakup zona konservasi flora-fauna langka khas Kalimantan Timur (Kaltim), hingga ruang UMKM untuk mendorong ekonomi masyarakat.
Menurutnya, suasan Pulau Kumala sangat mahal, karena ada hutan yang berlokasi di tengah kota, sehingga dengan branding secara matang, diharapkan ada investor yang masuk untuk melakukan pengembangan objek wisata andalan Kukar tersebut.
“Harapan kita, Pulau Kumala bisa kita brand dengan baik. Kita ingin investor masuk. Nanti akan ada lapangan golf, ada pelestarian binatang dan pohon langka, juga zona UMKM. Jadi ini bukan hanya soal prestise, tapi bagian dari visi ekonomi dan ekologi yang terintegrasi,” jelasnya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pariwisata Kukar, Pemkab Kukar masih mempertimbangkan pengembangan yang inklusif di Pulau Kumala. Artinya, tidak hanya menyasar kalangan atas, namun juga menyediakan wahana untuk masyarakat umum, seperti taman rekreasi dan waterboom.
“Nanti kita bagi klasternya, ada area untuk lapangan golf, ada juga zona untuk masyarakat. Jadi semua segmen bisa menikmati Pulau Kumala,” kata Arianto.
Selain wahana rekreasi, perencanaan aksesibilitas menuju pulau tersebut juga menjadi perhatian Pemkab Kukar. Ia mengungkapkan Pemkab Kukar berencana membangun akses jembatan khusus mobil agar pengunjung bisa langsung masuk tanpa berjalan jauh.
Namun menurutnya, perencanaan tersebut memerlukan kajian teknis, karena untuk memastikan kekuatan pulau jika harus menampung kendaraan berat.
“Kalau mobil masuk dalam jumlah banyak, kita harus pastikan tanahnya mampu menahan beban. Jadi perencanaannya harus detail dan matang,” jelasnya.
Pemkab Kukar juga telah mengantongi master plan Pulau Kumala dari Kementerian Pariwisata, sebagai dasar rencana pengembangan. Dokumen tersebut akan disinkronkan dengan RPJMD Kukar 2025–2030 agar arah pembangunan pariwisata di Kukar lebih terarah dan terukur.
“Nanti kita lihat poin-poin dari master plan kementerian yang sejalan dengan visi Kukar. Yang cocok akan kita jalankan,” pungkasnya. (Dil)












