Lonjakan Harga Buku Jadi Sorotan, Disdik Samarinda Minta Orang Tua Murid Lapor Kepsek

Lonjakan Harga Buku Jadi Sorotan, Disdik Samarinda Minta Orang Tua Murid Lapor Kepsek
Orang tua murid terus resah dengan mahalnya harga buku di sekolah negeri. (Komparasinews)

SAMARINDA – Para orang tua murid terus mengeluhkan persoalan adanya pungutan di sekolah. Atas keluhan tersebut Dinas Pendidikan (Disdik) Samarinda meminta orang tua murid supaya melapor ke kepala sekolah.

Diketahui, sekolah negeri  menjual harga buku berkisar antara Rp600 ribu hingga Rp1,5 juta. Kepala Disdik Samarinda Asli Nuryadin menyarankan orang tua murid yang tidak mampu untuk melaporkan kepada kepala sekolah, guna meminta keringanan.

“Kalau mereka betul-betul tidak mampu, bisa bicara baik-baik ke kepala sekolah,” ucap Asli Nuryadin.

Baca Juga  PPU Persiapkan Gaji dan Tunjangan PPPK, Tunggu Jadwal Pencairan

Dia juga menyebutkan ada beberapa untuk keluhan harga buku tersebut. Pertama sekolah harus mengurangi harga buku. Lalu cara lain pembelian buku yang dicicil hingga yang ketiga minta dibebaskan.

Jika masih belum bisa, orang tua murid bisa langsung ke kelurahan atau ke RT. Meminta bantuan lewat dana Probebaya yang di dalamnya memang bisa membantu kesulitan untuk masyarakat misalnya sekolah.

Baca Juga  Progres RS Muara Badak, Wabup Kukar Optimistis Bisa Dioperasikan Akhir Tahun

Kata Asli, buku wajib memang tidak boleh diperjualbelikan. Jika buku referensi seperti buku penunjang, sifatnya bebas. Pihak sekolah pun tidak boleh memaksa orang tua murid untuk membeli.

“Untuk ASN di gaji ke-13, dibayar Juli, tujuannya untuk itu, untuk pada saat anak masuk sekolah. Yang non-pegawai nanti kita pikirkan untuk beasiswa. Jadi banyak jalan, banyak solusi,” tutup Asli. (nta)