
SAMARINDA – Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda Fuad Fakhruddin mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) bisa segera memperluas penerapan e-parking di Kota Tepian. Hal ini dimaksudkan agar keberadaan juru parkir (Jukir) liar di sejumlah tempat dapat berkurang.
Diketahui, meski sudah sebagian memakai e-parking, namun kebanyakan warga Samarinda masih memilih membayar parkir dengan nontunai. Sehingga Komisi II DPRD Kota Samarinda meminta penerapan pembayaran parkir nontunai di Kota Samarinda dimasifkan. Apalagi setelah kartu e-Money sebagai media pembayaran parkir nontunai ini diluncurkan.
Menurutnya jika e-parking sudah diterapkan mulai saat ini maka tidak makin banyak pendapatan asli daerah (PAD) yang bocor. Akibat retribusi parkir yang tidak masuk ke kas daerah.
“Keinginan walikota untuk menerapkan E-Parking ini sudah sangat tepat sekali. Karena daerah-daerah lain sudah sangat jauh lebih dulu melakukan itu,” terang Fuad.
Potensi PAD yang dinilai besar dari sektor perparkiran, sebut anggota dewan dari Fraksi Gerindra, menjadi kesempatan bagi pemkot untuk menambah kas yang nantinya dapat diperuntukkan bagi pembangunan daerah.
Jika pembayaran parkir secara manual terus dibiarkan, Fuad khawatir persoalan jukir liar dan kebocoran PAD ini tidak akan pernah terselesaikan.
“Kalau yang dikatakan wali kota di DPRD waktu itu potensi (parkir) memang sangat besar bisa mencapai Rp 1 Triliun. Selain itu dengan E-Parking ini kan nantinya parkir akan ditata oleh petugas resmi. Seperti yang kami lihat di pasar Segiri, kemudian Pasar Sungai Dama penataannya sudah sangat baik,” ungkapnya.
Pemkot Samarinda melalui Dinas Perhubungan pun telah meluncurkan kartu e-Money yang akan menjadi sarana pembayaran parkir nontunai. Wali Kota menargetkan pembayaran seluruh tempat parkir kendaraan di Kota Samarinda wajib dilakukan secara nontunai mulai pertengahan April 2022.
Sejumlah tempat umum seperti mal dan hotel pun telah diajak koordinasi dengan Dishub untuk menerapkan sistem parkir cashless ini.
“Jadi harus segera dimasifkan, kalau (bayar) pakai manual terus, sampai kapanpun jukir liar ini tidak pernah selesai,” pungkas Fuad. (nta)












