Dispora Kukar Tekankan Pembinaan Atlet Muda di POPDA Kaltim 2025

Foto: Sekretaris Dispora Kukar Syafliansyah. (fajar/komparasinews)

KUTAI KARTANEGARA – Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Kalimantan Timur (Kaltim) 2025 untuk cabang olahraga renang digelar di Kolam Renang Junjung Buyah Tenggarong, Rabu (26/11). Sekretaris Dispora Kukar, Syafliansyah, hadir langsung memantau kiprah atlet daerah yang tampil di berbagai nomor pertandingan.

Syafliansyah mengatakan raihan medali Kukar cukup menggembirakan. “Ya, Alhamdulillah, kalau ditotal kita sudah dapat enam medali dengan yang kemarin. Mudah-mudahan besok bisa nambah dua lagi,” ujarnya.

Ia memastikan Dispora memberikan dukungan penuh untuk semua cabang olahraga, bukan hanya renang.

Menurutnya, banyaknya atlet muda menjadi nilai positif bagi Kukar. “Rata-rata atlet kita masih SMP, sementara daerah lain sudah SMA. Ini bagus, artinya potensi mereka masih panjang,” jelasnya.

Ia menilai perkembangan para atlet akan terlihat lebih signifikan dalam empat hingga lima tahun ke depan.

Baca Juga  Pertumbuhan Ekonomi Kukar Tahun 2026 Diproyeksikan Meningkat hingga 6 Persen

Ketika ditanya peluang Kukar meraih juara umum, Syafliansyah menilai hal itu tak lepas dari komposisi atlet. “Jumlah atlet kita tidak sebanyak kota/kabupaten lain. Jadi kalau sekarang posisi ketiga ya wajar,” katanya.

Ia menjelaskan daerah lain menurunkan atlet dalam jumlah lebih besar sehingga memiliki peluang lebih banyak menyapu nomor lomba.

Kukar menurunkan 274 atlet dan 29 pelatih dengan total kontingen mencapai 303 orang. “Ada beberapa nomor yang tidak kita ikuti karena memang tidak ada atletnya. Di renang juga begitu, hanya kelas-kelas tertentu yang kita turunkan,” terangnya.

Kondisi ini menjadi bahan evaluasi untuk mematangkan pembinaan jangka panjang. Tiga fokus utama pembinaan Dispora Kukar saat ini adalah peningkatan jam terbang atlet, perbaikan fasilitas latihan, serta peningkatan kapasitas pelatih.

Baca Juga  Disdamkartan Samarinda Imbau Masyarakat Waspadai Potensi Kebakaran Akibat Kemarau

“Atlet sudah bagus, pelatih juga harus kuat,” tegas Syafliansyah.

Tahun ini, beberapa pelatihan khusus pelatih digelar untuk memperkuat kualitas pembinaan. Namun, ia mengakui keterbatasan pembiayaan turut memengaruhi program pembinaan.

“Pasti. Kita tidak mungkin berharap besar kalau anggarannya tidak mendukung,” ujarnya. Meski begitu, pihaknya tetap berupaya mengoptimalkan anggaran yang ada agar pembinaan berjalan efektif.

Terkait pembentukan mental bertanding, Syafliansyah menekankan pentingnya pengalaman tanding sejak usia dini.

“Atlet ini yang paling penting adalah mental. Banyak atlet muda kita kirim untuk membentuk mental bertandingnya,” ucapnya.

Ia juga menegaskan pelatih tidak boleh memberikan tekanan berlebihan pada atlet muda.

“Ekspektasi pasti ingin emas, tapi kalau usia mereka masih muda dan mampu dapat perunggu atau perak saja itu sudah bagus. Artinya ke depan mereka bisa jadi emas,” katanya.

Baca Juga  Marc Marquez Kembali Gagal Finis, Fermin Aldeguer Juarai MotoGP Mandalika 2025

Ia menilai proses perkembangan yang konsisten lebih penting dibanding hasil instan. Syafliansyah juga menegaskan bahwa Kukar memiliki banyak talenta lokal yang perlu dibina lebih serius.

“Bibit-bibit muda ini yang harus kita simpan dan bentuk. Kita tidak ingin lagi mengandalkan atlet dari luar. Harapannya semua atlet adalah putra-putri lokal,” tutupnya. (adv/fjr)