JAKARTA — Suasana pagi di SDN Kalibaru 01, Cilincing, mendadak berubah mencekam ketika sebuah mobil distribusi makan bergizi gratis (MBG) tiba-tiba melaju tak terkendali dan menabrak pagar sekolah, guru, serta siswa yang sedang mengikuti kegiatan literasi, Kamis (11/12/2025) sekitar pukul 06.38 WIB.
Insiden itu membuat kegiatan rutin pra-belajar sontak terhenti. Anak-anak yang tengah duduk di halaman sekolah berhamburan menyelamatkan diri. Sedikitnya 20 orang menjadi korban, terdiri dari 19 siswa dan satu guru.
Kepala SPPG Jakarta Utara, Sahrul Gunawan Siregar, menjelaskan bahwa mobil tersebut merupakan kendaraan distribusi berlogo Badan Gizi Nasional (BGN). Pengemudinya bukan sopir tetap.
“Sopir kendaraan bukan sopir sebenarnya, tetapi sopir pengganti. SPPG tersebut berada di bawah Yayasan Darul Esti,” kata Sahrul dalam keterangan resmi.
Seluruh korban langsung dilarikan ke dua rumah sakit. Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Asep Edi Suheri merinci, satu guru dan empat siswa dirawat di RSUD Koja, sementara 15 siswa lainnya dirawat di RSUD Cilincing.
“Korban saat ini berjumlah 20 orang. Kami sudah menyiapkan posko di dua rumah sakit untuk memudahkan keluarga memantau kondisi putra-putrinya,” ujar Asep.
Polda Metro Jaya juga akan menurunkan tim trauma healing untuk membantu pemulihan psikologis para siswa.
“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk meliburkan siswa sementara waktu. Tim dari Polda dan Polres akan memberikan trauma healing,” tambahnya.
Sopir Daihatsu Gran Max pengangkut MBG telah diamankan di Polres Metro Jakarta Utara untuk pemeriksaan lebih lanjut. Polda Metro Jaya juga menurunkan Dirkrimum dan Dirlantas untuk mengusut penyebab kecelakaan.
“Hasil investigasi akan kami sampaikan setelah pemeriksaan selesai,” kata Asep.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, menyampaikan duka cita mendalam atas kejadian tersebut. Ia memastikan lembaganya mendukung penuh proses penyelidikan kepolisian.
“Kami turut berduka cita atas musibah ini. BGN mendukung penuh investigasi demi memastikan penyebab dan mencegah kejadian serupa,” ujarnya.
BGN juga melakukan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur distribusi MBG, mulai dari kelayakan kendaraan, verifikasi sopir, hingga kedisiplinan SOP di lapangan. Meski demikian, mereka memastikan program MBG tetap berjalan sembari evaluasi internal berlangsung. (Zu)












