KUKAR IDAMAN SEP 26

Serius Entaskan Kemiskinan, Ini Strategi Pemkab Kukar

Serius Entaskan Kemiskinan, Ini Strategi Pemkab Kukar
Rapat koordinasi dilakukan Pemkab Kukar dalam penanggulangan kemiskinan. (Zulkar/Komparasi)

KUTAI KARTANEGARA – Upaya pengentasan kemiskinan diseriusi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar). Rapat koordinasi pun dilakukan bersama Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kukar dan pelaku usaha, Selasa (21/6/2022) di ruang serba guna Kantor Pemkab Kukar.

Bupati Kukar Edi Damansyah mengatakan hal ini dilakukan sebagai langkah evaluasi dalam program yang telah dijalankan.

Diwartakan sebelumnya, pada 2021 angka kemiskinan di Kukar mencapai 7,99 persen. Jumlah ini masih di bawah presentasi kemiskinan nasional yakni 9,71 persen.

Jumlah ini juga masih unggul jika dibandingkan wilayah Kaltim lainnya seperti Kabupaten Paser 9,73 persen, Kutai Timur 9,81 persen, Kubar 10,24 persen dan Mahulu 11,90 persen.

Baca Juga  Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pemkab Kukar Dorong Kolaborasi Sekolah dan Bank Sampah

“Kalau program ini berjalan dengan baik itu banyak persoalan lain terselesaikan,” kata Edi kepada awak media.

Pemkab juga ingin memastikan data dari setiap OPD akurat, sehingga dapat dikolaborasikan dengan program tanggung jawab sosial perusahaan (TJSP).

“Kami ingin pastikan bagaimana sinergi program intervensinya, jadi tidak tumpang tindih,” imbuhnya.

Edi menyampaikan bahwa saat ini timnya akan lebih detail dalam menghimpun data. Menurutnya Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dari Kemensos belum update.

Contohnya ada salah seorang warga Kukar yang masuk dalam DTKS, namun saat verifikasi lapangan yang bersangkutan sudah pindah tempat atau meninggal dunia.

Baca Juga  HUT Ke-240 Tenggarong, Ini Pesan Ketua DPRD Kukar Abdul Rasid

“Saya arahkan data ini dilakukan verifikasi lapangan. Jadi penanganan berbasis fakta yang riil,” tegasnya.

Upaya penanganannya pun tergantung dari indikator yang dialami penduduk miskin. Seperti rumah tidak layak huni, sanitasi yang tidak memadai, air bersih, listrik, pendidikan, dan lainnya.

“Misalkan kalau rumahnya tidak layak huni, kami bedah rumahnya. Kalau sisi pendidikan, kami dorong untuk beasiswa untuk sekolah, bisa juga kejar paket A, B, dan C, tergantung usianya,” papar Edi.

Sementara itu, dia menerangkan keterlibatan DMI Kukar adalah sebagai mitra kerja. Di mana setiap takmir membantu menghimpun data para jamaahnya yang masuk kategori keluarga pra sejahtera, sekaligus melakukan pemberdayaan masyarakat dari segi spiritual.

Baca Juga  Pelaku Usaha Perkebunan Kaltim Dituntut Miliki Sertifikat Produksi Pangan

“Saya berharap keterlibatan takmir masjid mendorong pemberdayaan masyarakat khususnya jemaah. Harapannya untuk menangani warga prasejahtera di sekitar masjid,” tandasnya. (zu)