KUTAI KARTANEGARA – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-240 Kota Tenggarong diawali sidang paripurna DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Rabu (28/9/2022).
Sidang tersebut diagendakan mendengar pidato Bupati Kukar Edi Damansyah. Ketua DPRD, Abdul Rasid memimpin jalannya paripurna didampingi Wakil Ketua I DPRD Kukar Alif Turiadi, Wakil Ketua II DPRD Kukar, Didik Agung Eko Wahono, dan Wakil Ketua III DPRD Kukar Siswo Cahyono.
Abdul Rasid mengatakan, di usia Kota Raja yang bertambah ini diharapkan Tenggarong bisa menjadi lebih baik dan penataan kota lebih cantik. Untuk mewujudkan hal tersebut, pemerintah harus melakukan pembenahan.
“Tadi Pak Bupati sudah menyampaikan memang ada penataan di kawasan bantaran Sungai Tenggarong. Kemudian infrastruktur ke depan kita benahi,” katanya.
Rasid juga berharap tidak hanya Tenggarong yang dilakukan penataan serta pembenahan infrastruktur oleh pemerintah daerah. Namun, secara merata di wilayah Kabupaten Kukar.
“Jadi harapannya bukan hanya di Tenggarong saja untuk dibenahi sebagi Ibu Kota Kabupaten Kutai Kartanegara. Tetapi lebih meluas lagi yang akan kami lakukan pembinaan dan perbaikan,” sebutnya.
Sementara itu Bupati Kukar Edi Damansyah menyebut, momentum ini dijadikan untuk terus menyatukan kekuatan dalam membangun Kukar lebih baik.
“Sudah saya sampaikan ada empat rencana strategis kami yang akan dilakukan di Tenggarong. Saya sampaikan di forum ada penataan pemukiman di bantaran Sungai Tenggarong, penataan zonasi kawasan UMKM di sebelah Jembatan Kutai Kartanegara, penataan eks permukiman Tanjung dan juga pusat perdagangan dan jasa yang ada di Pasar Tangga Arung,” terangnya.
Tujuan penataan tersebut dilakukan untuk mempercantik Tenggarong. Bahkan anggarannya sudah disiapkan oleh pemerintah daerah.
“Itu lagi kami persiapkan di anggaran perubahan (2022), sudah tersedia anggarannya untuk dilakukan secara bertahap,” bebernya.
Penataan yang dilakukan oleh pemerintah tersebut diharapkan dapat menambah daya tarik bagi wisatawan yang berkunjung ke Tenggarong.
“Jadi tidak hanya sebagai kota budaya, kota wisata. Namun, juga bisa menjadi kota perdagangan dan jasa,” tutupnya. (zu)












