SAMARINDA – Hasil Rapat Senat Tertutup Penilaian dan Penetapan tiga calon Rektor Universitas Mulawarman (Unmul) periode 2022-2026 telah rampung terlaksana di Ruang Serbaguna Lantai Empat Rektorat, Selasa (28/6/2022).
Dari pemungutan suara, calon pucuk pimpinan di Kampus terbesar dan tertua di Kaltim untuk empat tahun mendatang tersebut adalah Dr Ir H Abdunnur, Prof Dr Bohari, dan Dr Eng Idris.
Ketiganya telah mendapatkan suara terbanyak dari 86 anggota senat UNMUL yang hadir, dengan perolehan 27 suara untuk Abdunnur, selanjutnya 26 suara untuk Bohari serta 20 suara bagi Idris. Dengan demikian, setelah menyelesaikan tahapan penyaringan, Panitia Pemilihan Rektor UNMUL akan melanjutkan pada pemilihan Rektor UNMUL melalui Rapat Senat Tertutup pada Agustus mendatang.
Abdunnur yang saat ini menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Umum, SDM dan Keuangan Unmul jika terpilih menjadi rektor mengusung visi Unmul Bertaraf Internasional Berkarakter Nasional, Berbasis Potensi Lokal dengan Dukungan Tata Kelola yang Baik dan Sumber Daya yang Kuat.
Sementara Prof Bohari menginginkan Unmul sebagai Smart Tropical Campus yang Mandiri, Unggul, Berwawasan Global, berbasis Teknologi Informasi dengan Pelayanan Publik yang Prima dalam visi yang dibuat Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat UNMUL ini.
Adapun Dr Eng Idris yang sekarang memimpin Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Unmul sebagai Dekan mempunyai visi, ingin Unmul Menjadi Perguruan Tinggi Unggul yang Berdaya Saing di Tingkat Nasional dan Internasional Berdasarkan Kekuatan Pola Ilmiah Pokok Hutan Tropis Lembab (Tropical Rain Forest) serta didukung Tata Kelola Sumber Daya yang Profesional.
Pimpinan sidang sekaligus Sekretaris Senat Unmul, dr Dr Nataniel Tandirogang membenarkan perolehan suara tersebut dalam pertemuan bersama para wartawan seusai Rapat Senat. Semua rangkaian tahapan Pemilihan Rektor disampaikannya, sesuai Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Permendikbudristek) dan Peraturan Senat Unmul.
“Senat akan mengirim ketiga nama tersebut ke Kemendikbudristek. Kementerian kemudian menelusuri rekam jejak para kandidat. Metode penelusuran melalui wawancara atau diskusi terbuka bersama para calon,” terangnya.
“Setelah tahapan itu selesai, Kemendikbudristek mengumumkan tanggal resmi pemilihan calon rektor. Pihak Kementerian akan hadir dalam pemilihan akhir karena memiliki suara 35 persen untuk memilih Rektor Unmul,” sambung Nataniel.
Ia pun berterima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat sehingga agenda ini berjalan lancar tanpa hambatan.
“Waktu pemungutan suara pun hanya sekitar dua jam atau lebih cepat dari perkiraan panitia. Suasana pemilihan berjalan kondusif dan penuh kekeluargaan. Senat optimistis, tidak ada gugatan terhadap penyaringan Rektor UNMUL tersebut,” terang Nataniel.
Ketua Panitia Penjaringan, Penyaringan, dan Pemilihan Rektor Unmul periode 20222026, Dr Azainil menambahkan, pemilihan Rektor akan diadakan pada Agustus 2022 dengan metode yang sama. Dengan penilaian dan penetapan tiga calon Rektor yakni menggunakan sistem one man one vote bagi semua anggota senat. (xl)












