Program “Mabuk Kepayang” Kukar Masuk Nominasi Finalis Top Inovasi KIPP

Program "Mabuk Kepayang" Kukar Masuk Nominasi Finalis Top Inovasi KIPP
Bupati Kukar Edi Damansyah (tengah) saat mempresentasikan program inovasi "Mabuk Kepayang" melalui virtual. (Prokom Kukar)

KUTAI KARTANEGARA – Prestasi membanggakan dicatat inovasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar). Yaitu inovasi program “Mabuk Kepayang” yang berhasil masuk nominasi finalis top Inovasi Pelayanan Publik Kompetensi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) 2022 garapan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) RI.

Inovasi ini dipresentasikan Bupati Kukar Edi Damansyah didampingi Kades Sungai Payang Rusdin dan Direktur BUmdes Sungai Payang Sejahtera Supiani melalui Zoom meeting pada Tim Panel Independen (TPI) KIPP, di Ruang Eksekutif Kantor Bupati Kukar, Senin (11/7/2022).

Orang nomor satu di Kota Raja itu menerangkan, Mabuk Kepayang adalah salah satu inovasi yang dilakukan Kepala Desa Sungai Payang. Seiring kebijakan nasional yang sudah ditetapkan melalui perundang-undangan desa serta peraturan menteri yang mengatur ruang lingkup desa dan BUMdes.

Kata Edi, Pemkab bersama pengusaha mendorong terintegrasinya RPJMD Kukar bersama RPJMD pemerintahan desa khususnya Sungai Payang. Salah satunya bagaimana mendorong BUMdes ini bisa melakukan kegiatan usaha sesuai dengan potensi sekitar.

Baca Juga  Bidang IKP Diskominfo Kukar Konsultasikan Peran KIM ke Kominfo RI dan DKI Jakarta

Dia juga mendorong peran serta para perusahaan yang ada sekitar. Salah satunya perusahaan kebun sawit.

”Capaian yang didapat adanya kerjasama antara pemerintah, dunia usaha dan para akademisi di Kukar. Dari capaian ini bahwa kolaborasi itu sangat penting,” sebut Edi.

Dijelaskan, ada 324 warga Desa Sungai Payang yang menjadi pekerja di perusahaan, atau 25 persen dari jumlah kepala keluarga. Keberadaan perusahaan dirasa tidak signifikan mengubah wajah desa seperti menurunkan kemiskinan yang pada 2016 mencapai 22 persen menurun menjadi 13 persen per-Juni 2022 dan menyerap tenaga kerja 244 kepala keluarga atau mencapai 26 persen.

Dari situ Edi memberanikan para pelaku usaha untuk mengajukan kredit ke lembaga keuangan bermodal SPK. Sehingga dari yang sebelumnya hanya tiga truk pada tahun 2016 menjadi 30 unit truk yang bergabung di BUMdes pada 2022.

Baca Juga  Tak Kunjung Diperhatikan, Warga Loa Kulu Kota Swadaya Perbaiki Jalan Nasional

”Hal ini meningkatkan status indeks desa membangun dari sangat tertinggal pada 2017, menjadi Mandiri ditahun 2011,” papar Edi.

Sedangkan, untuk omzet keuangan yang dikelola pada tahun 2021 mencapai Rp 14.348.596,382 dan bulan Juni tahun 2022 mencapai RP 12.881.621.088,00 dengan kontribusi pajak Rp 973 juta. Hasil yang dicapai oleh BUMdes ini tidak terlepas dari peran dunia usaha yang berkomitmen memberikan dorongan kemitraan, komitmen, terhadap tugas Kades dan BUMdes ini juga salah satu faktor yang menentukan.

“Intinya keberhasilan ini hasil dari kerja bersama yang menjadi kebijakan kolaborasi itu menunjukan beberapa hasil dibuktikan,” sambungnya.

Baca Juga  Dispora Kukar Beri Sinyal Kolam Renang Putri Junjung Buyah Siap Dibuka Kembali

Dikatakan Edi, Pemkab Kukar juga terus mendorong desa lainnya untuk melakukan hal yang sama. Desa Sungai Payang sudah menjadi lokus studi dari beberapa kabupaten/kota baik lokal maupun nasional bagaimana kerjanya BUMdes, peran dunia usaha, dan peran masyarakat yang bersinergi termasuk para akademisi.

“Perusahaan yang berada di sekitar Desa Sungai Payang, wajib melakukan kerja sama dengan BUMdes. Ini sudah kami tetapkan,” tandas Edi. (xl)