KUTAI KARTANEGARA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar menyoroti minimnya pengembangan literasi di Kukar. Khususnya di satuan pendidikan.
Kasie Kurikulum SMP Disdikbud Kukar Emi Rosana Saleh menilai lterasi secara umum adalah kemampuan individu untuk membaca dan menulis. Memecahkan masalah pada setiap tingkat keahlian yang diperlukan keluarga dan masyarakat.
Emi merinci ada enam kemampuan literasi dasar, yaitu baca tulis, numerasi, sains, finansial, digital dan budaya. Idealnya di setiap sekolah ada pokok literasi, sehingga ada ruang bagi siswa untuk membaca.
“Yang harus disiapkan juga bagaimana pembenahan perpustakaan sekolah. Agar siswa mau membaca buku, upaya penguatan literasi,” ujarnya.
Penguatan literasi di sekolah ini dapat dianggarkan melalui dana BOS APBD, yang niatannya kemampuan literasi bisa terbangun dan menjadi budaya. Dari usia anak hingga remaja 15 tahun.
“Secara nasional juga kemampuan literasi kita dari 70 negara yang diuji, Indonesia menempati urutan 62. Dengan kondisi satu buku ditunggu 90 orang,” terangnya.
Sementara itu Perwakilan SDN 02 Loa Janan Sanusi memaparkan, ingin saja pengembangan budaya literasi di sekolahnya. Namun harus kondisi perpustakaan di sekolah yang harus layak.
“Sekalipun sudah perpustakaan sekolah, tetapi tenaga pengelolanya belum tentu ada,” jelasnya. (zu)












