Dukung Pertukaran Pelajar AFS, Wali Kota Samarinda Janjikan Hal Ini

Dukung Pertukaran Pelajar AFS, Wali Kota Samarinda Janjikan Hal Ini
Wali Kota Samarinda Andi Harun bersama Maria, peserta pertukaran pelajar asal Polandia. (Diskominfo Samarinda)

SAMARINDA – Wali Kota Samarinda Andi Harun mendukung program pertukaran pelajar gagasan American Field Service (AFS) Yayasan Bina Antarbudaya. Dukungan ini sejalan telah lolosnya Samarinda sebagai Members Kota-Kota besar.

Bahkan Andi Harun menjanjikan membiayai satu orang peserta yang lolos seleksi di chapter Samarinda.

“Saya akan ikut serta mendukung, minimal satu orang dahulu. Dengan syarat kemampuan ekonominya kurang, kita akan membantu pembiayaanya. Jangan sampai ketika sudah lolos dan anak itu memang benar-benar potensi tapi karena tidak ada biaya, akhirnya gagal. Kami akan dukung minimal satu orang dulu,” ungkap Andi Harun saat menerima kunjungan Yayasan Bina Antarbudaya, Selasa (6/9/2022).

Selain itu, orang nomor satu di Kota Tepian juga menyambut positif kehadiran Maria, pelajar dari Polandia yang akan melaksanakan program bina antarbudaya di Samarinda selama tiga bulan.

“Nanti Maria akan kami libatkan pada kegiatan kebudayaan yang masuk di agenda protokol Pemkot. Kami akan ajak Maria dan sebelumnya terlebih dahulu akan dihubungi staf kami dari protokol,” ucap Andi Harun semangat.

Ketua Harian Yayasan Bina Antarbudaya Chapter Samarinda Desy Rusmawaty menjelaskan misi Bina Antarbudaya adalah menciptakan pemimpin masa depan yang memiliki pribadi berkualitas, berprestasi, memiliki visi, empati sosial dan nasionalisme serta berwawasan internasional.

Baca Juga  Pelantikan Askab PSSI Kukar, Fokus pada Pengembangan dan Pembinaan Sepak Bola

“Melalui berbagai program yang diselenggarakan, diharapkan dapat terjalin pemahaman dan persahabatan sehingga tercipta dunia yang lebih damai dan adil. Mereka inilah agen perdamaian dunia,” ucap Desy, alumni program AFS Australia tahun 97/98.

Dia mengaku sedih terhadap peserta yang tahun lalu telah lolos seleksi namun tidak ada biaya sehingga gagal mengikuti program.

“Kami sudah mengajukan permohonan melalui anggota DPR RI, kemudian ke perusahaan-perusahaan, karena alasan Covid-19 tidak mendapatkan bantuan. Padahal anak itu sangat potensial,” tutur Dosen Unmul ini.

Menurut Desy ketika mengirim anak mengikuti program AFS ini sama halnya dengan investasi pembangunan di masa depan.

“Biaya yang diperlukan untuk program AFS yang satu tahun ini berkisar Rp 200-250 juta,” bebernya.

Sementara ditambahkan Koordinator Public Relations Yayasan Bina Antarbudaya Samarinda Nabila Nandini, Samarinda sebagai salah satu chapter tertua di Kalimantan telah melakukan seleksi dan mengirimkan pelajar asal Kaltim ke luar negeri sejak tahun 1982.

“Bina Antarbudaya Samarinda adalah mitra strategis dari berbagai pihak yang memiliki visi untuk memajukan pendidikan dan pembangunan SDM di wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara,” sebutnya.

Baca Juga  Wali Kota Samarinda Ingin Kembangkan RPH dan RPU Tanah Merah, Ini Alasannya

“Organisasi kami dijalankan para relawan yang merupakan alumni dan relawan non alumni program yang berkomitmen tinggi dan ingin memotivasi generasi muda untuk dapat bersekolah ke luar negeri hingga memiliki pengalaman internasional,” ucap Nabila AFS Belgium tahun 2010/2011.

Dia menyebutkan tahun ini kembali melaksanakan seleksi pertukaran pelajar untuk dua program utama yaitu AFS dan KL-YES (Kennedy-Lugar Youth Exchange Student).
Pendaftaran seleksi dibuka pada 27 Agustus-18 September 2022 untuk program KL-YES dengan negara tujuan Amerika Serikat.

Program KL-YES menerima siswa disabilitas atau difabel untuk ikut mendaftar dan menjalani seleksi yang diselenggarakn secara inklusif.

Sementara pendaftaran seleksi untuk program AFS dibuka pada 27 Agustus-2 Oktober 2022 dengan negara tujuan Amerika Serikat, serta 30 negara lain di wilayah Eropa, dan Asia.

“Kami mengundang dan membuka kesempatan seluas-luasnya kepada siswa kelas X dan XI SMA/SMK/MA dan Pesantren di Kaltim dan Kaltara untuk mendaftar. Informasi lebih lanjut mengenai persyaratan dan proses seleksi dapat diakses melalui Instagram @binabudsamarinda dan website seleksibinaantarbudaya.or.id,” ajak Nabila.

Dijelaskannya kedua program berdurasi 10-11 bulan. Di mana siswa akan bersekolah dan tinggal dengan keluarga angkat yang merupakan warga lokal di negara tujuan.

Baca Juga  Sayid Muziburrachman Lakukan Reses Perdana, Sambangi Warga Sungai Keledang

“Siswa akan menjadi bagian dari masyarakat global dan menjalankan beragam proyek sosial bersama komunitas lokal setempat serta siswa pertukaran dari negara lainnya,” terangnya.

Kemudian lanjutnya siswa akan menjadi duta muda yang mempresentasikan nilai-nilai terbaik dari kebudayaan Indonesia di luar negeri, juga mempelajari berbagai kearifan negara tujuan untuk kembali ke tanah air dan mendukung pembangunan Indonesia sebagai SDM yang unggul.

“Kami berharap dapat menjaring sebanyak- banyaknya siswa berprestasi asal Kaltim dan Kaltara pada seleksi tahun ini. Bersama kita bangun generasi unggulan asal Kaltim dan Kaltara untuk kemajuan daerah juga Indonesia,” tambahnya. (xl)