
SAMARINDA – Posyandu jadi salah satu garda terdepan dalam menyukseskan program program pemerintah di bidang kesehatan. Namun sayang, saat ini banyak Posyandu yang tidak aktif karena kader semakin berkurang dan diperparah dengan fasilitas yang sudah tak layak.
Padahal kehadiran Posyandu sangat banyak membantu di tengah tengah masyarakat. Khususnya dalam bidang kesehatan anak dan lansia. Juga terhadap kesehatan ibu hamil yang juga dimonitor oleh kader Posyandu. Karena itu, Ketua Komisi IV DPRD Samarinda Sri Puji Astuti meminta keterlibatan semua pihak untuk kembali menghidupkan Posyandu.
Politisi Demokrat ini mengaku banyak menerima keluhan Posyandu yang tak lagi aktif dikarenakan kondisi kader dan alat alat banyak yang rusak. Sebenarnya, kata Puji, hal itu tak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah namun juga warga sekitar, termasuk ketua ketua RT dan para lurah.
“Ada pemahaman di tengah masyarakat kita kalau posyandu itu milik pemerintah. Jadi semua alat dikasih pemerintah padahal dikerjakan oleh masyarakat dan untuk masyarakat,” ungkapnya.
Ia sendiri mendorong agar Pemkot Samarinda agar lebih rutin melakukan pelatihan bagi para kader Posyandu. Termasuk memenuhi alat-alat yang dibutuhkan Posyandu dengan Standar Nasional Indonesia (SNI).
“Karena semua mengeluh alatnya rusak segala macam. Bagaimana kita mau menurunkan stunting kalau timbangan rusak. Saya juga melihat masih serba kekurangan posyandu, kader juga sudah tua dan yang baru hampir tidak ada,” katanya. (ded)












