Dewan Minta Warga Tak Beri Uang ke Anjal

Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Suriani. (Istimewa)

SAMARINDA – Pemkot Samarinda sudah melakukan berbagai upaya untuk melakukan penertiban anak jalanan (anjal) melalui Satpol PP. Namun tak berapa lama, mereka kembali muncul di beberapa persimpangan jalan. Salah satu penyebabnya karena masyarakat masih banyak yang memberi uang pada anjal tersebut.

Anggota Komisi IV DPRD Samarinda Suriani mengatakan penanganan anjal tak bisa hanya bertumpu pada pemerintah. Diperlukan juga kesadaran dari masyarakat agar tak lagi memberikan uang kepada anjal supaya mereka tak meminta minta di jalan.

Baca Juga  Samarinda Jadi Finalis Terbaik Implementasi Program Kejar Tingkat Kabupaten/Kota 2025

“Karena saya sering menemukan anjal selalu berbeda-beda dari sebelumnya,” terang Suriani.

Sebenarnya, kata Suriani, masalah anjal sudah diatura dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7/2017 tentang Pembinaan Terhadap Pengemis, Anak Jalanan dan Gelandangan. Namun perda itu akan sia sia jika masih banyak masyarakat yang suka memberi anjal uang. Sebab mereka merasa mudah mencari uang hanya dengan jadi pengemis.

Baca Juga  Gara-Gara Longsor, Kades Batuah Mengaku Siap Dicopot jika Terbukti Langgar Aturan

“Masalah ini tidak akan tuntas kalau masyarakat terus memberikan uang kepada anak jalanan itu,” tuturnya.

Karena sejatinya, sambung Suriani, anak-anak tersebut harusnya masih menempuh pendidikan. Hal itu pula yang jadi PR pemerintah mencari solusi agar anak anak ini tetap punya masa depan.

“Permasalahan ini patut jadi kesadaran bersama antara masyarakat dan pemerintah,” pungkasnya. (DED)