SAMARINDA – Wakil Gubernur (Wagub) Hadi Mulyadi mendukung usulan penambahan anggaran untuk deteksi dini terhadap kebencanaan di Kaltim. Dukungan tersebut diucapkannya dalam peringatan Hari Karya Pegiat Kebencanaan (HKPK) tingkat Provinsi 2022 di Halaman Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim, Selasa (20/12/2022).
Menurutnya, kinerja para aktivis kebencanaan baik pegawai dari BPBD Kaltim dan kabupaten/kota hingga relawan bencana sudah bagus. Apalagi terus aktif menjaga dan mewaspadai bencana di Kaltim.
“Kita bersyukur Kaltim secara umum, relatif bencana tidak terlalu besar dibanding tempat yang lain. Karena kita jauh dari ring of fire dan lempengan sesar,” ungkap Hadi.
“Namun kita tetap waspada karena berdasarkan data BMKG, cuaca ekstrem masih berlangsung sampai Februari tahun depan. Sekarang masih Desember jadi kita tetap waspada,” sambungnya.
Maka dari itu orang nomor dua di Benua Etam ini mengingatkan untuk tidak lupa melakukan deteksi dini terhadap kebencanaan. Dalam hal ini semua yang perlu diwaspadai mesti dipersiapkan. Karenanya Hadi menegaskan sangat mendukung usulan-usulan BPBD guna meningkatkan anggaran kebencanaan.
“Mau Rp100 miliar silakan. Sayang tidak ada Sekda (Sekretaris Daerah, Red.) di sini. Tetapi ada anggota DPRD di sini,” tuturnya.
“Tolong ini perlu disampaikan dan dikawal karena kita calon ibu kota negara. Jangan sampai nanti banyak rencana-rencana ini dibatalkan, karena kita dianggap tidak sigap menghadapi bencana. Oleh karena itu ini harus dianggarkan semaksimal mungkin agar kita termasuk provinsi yang sigap menghadapi bencana,” tegas Hadi.
Menurutnya, BPBD tidak akan ada gunanya tanpa keberadaan relawan. Pasalnya para relawan ini sudah banyak membantu. Sehingga harus mendapat fasilitasi yang memadai.
“Agar mereka tetap bersemangat. Walaupun kita sadar mereka datang dengan ketulusan dan keikhlasan, tetapi kita sebagai pemerintah tetap memperhatikan agar mereka bisa bekerja dengan baik,” sebut Hadi. (xl)












