Ragam  

inDrive dan Gardu House Hadirkan Seni Mural Berkonsep Kembali ke #SentuhanManusia

inDrive dan Gardu House Hadirkan Seni Mural Berkonsep Kembali ke #SentuhanManusia
Dari kiri ke kanan: Mariken Libya, Gardu House bersama dengan Georgy Malkov, Country Manager inDrive Indonesia, Adrian Ho, Creative Team Lead APAC inDrive, dan Bima Chris Gardu House 2. (istimewa)

JAKARTA – Aplikasi transportasi online yang berpusat di California, Amerika Serikat, dan tersedia di 47 negara termasuk Indonesia, serta sudah diunduh lebih dari 150 juta kali yaitu inDrive membawa gebrakan semangat mendukung kesetaraan sesama manusia.

Berkolaborasi dengan Gardu House yang merupakan studio kreatif dan firma manajemen artis yang berbasis di Jakarta, inDrive menciptakan beragam karya Seni Mural yang terletak di jantung Jakarta, tepatnya di Jalan Kendal Jakarta Pusat.

Adrian Ho selaku Creative Team Lead inDrive APAC menuturkan, tujuan dari pembuatan karya Seni Mural ini selain mendukung para artis lokal mengekspresikan visi mereka akan kebebasan dan memanusiakan teknologi, juga karena inisiasi yang dilakukan inDrive dalam mengembalikan #SentuhanManusia.

“Atau yang bisa dibilang inDrive ingin menghadirkan sebuah Transportasi Online yang adil dan transparan bagi para pengemudi maupun untuk konsumen,” jelasnya.

inDrive, sebut Adrian, menggunakan prinsip ‘People Driven’ atau sistem yang digerakkan masyarakat. Pihaknya terus berusaha mewujudkan hal ini melalui platform yang memberikan keleluasaan kepada para pengguna untuk saling berinteraksi dan bernegosiasi secara langsung.

Baca Juga  Tumbangkan Timor Leste, Indonesia Jaga Asa ke Semifinal Piala AFF U-23

“Kami menawarkan apa yang dibutuhkan para pengguna, yakni #SentuhanManusia dan kebebasan untuk memilih. Melalui kolaborasi yang kami lakukan dengan Gardu House, kami berharap untuk dapat mengingatkan kembali kepada masyarakat bahwa mereka dapat terbebas dari belenggu algoritma untuk membuat keputusan mereka sendiri,” terangnya.

“Kami sangat bangga dengan kolaborasi ini karena para seniman yang kami dukung dapat menyampaikan pesan kreatif secara jelas dan melalui talenta dan karya seni mural yang hebat ini,” tambah Adrian.

Dibeberkan, inDrive telah beroperasi di Indonesia sejak 2019 dan hadir di 50 kota. Selain menawarkan beragam kemudahan dan kenyamanan bagi para pengguna dan pengemudi transportasi online, inDrive menggunakan model peer-to-peer yang adil dan transparan.

Baca Juga  Besok Prodi Teknik Industri Unmul Gelar Seminar Nasional Implementasi K3

Setiap konsumen yang menggunakan jasa inDrive dapat memilih layanan berdasarkan harga, peringkat pengemudi, waktu penjemputan, dan model kendaraan sesuai dengan yang mereka inginkan. Bahkan pengemudi dan penumpang dapat bernegosiasi langsung dan menyepakati harga yang wajar.

Oleh karena itu, inisiatif ini dibuat untuk mendukung kembalinya interaksi #SentuhanManusia serta kesetaraan bagi para pengemudi dan konsumen. Untuk memastikan keselamatan pengguna, inDrive menyediakan berbagai fitur keamanan, seperti fitur bagikan perjalanan, di mana pengguna dapat membagikan lokasi GPS, dan informasi perjalanan dari aplikasi secara real-time.

“Serta tombol keselamatan yang dapat menghubungkan pengguna dengan pihak berwenang secara langsung jika terjadi keadaan darurat,” imbuh Adrian.

Diuraikan, Gardu House mengundang enam orang artis visual dengan ragam style yang secara signifikan berbeda. Untuk mewujudkan tema #SentuhanManusia menjadi visual dan cerita yang mengajak warga untuk berinteraksi langsung terhadap karya muralnya.

Baca Juga  PT GBU Berikan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Musibah Banjir di Kubar

Enam seni visual dari Koma, Ezhafad, Yessiow, Cord5, Wacky, dan Ochigvra adalah bentuk ekspresi terhadap kebebasan memilih tanpa terbelenggu oleh algoritma yang sejalan dengan misi inDrive di Indonesia.

“Sebuah kebanggaan untuk bisa terlibat dan menempatkan karya kita ini di underpass Kendal yang merupakan salah satu spot paling sibuk di Jakarta,” kata Bima Chris, Art Director, Gardu House. (xl)