SAMARINDA – Masyarakat Samarinda diminta tetap memakai masker dan melakukan pemeriksaan mandiri. Hal ini menindaklanjuti pencabutan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada 30 Desember 2022 lalu.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda Suwarso menjelaskan, sesuai Instruksi Mendagri Nomor 53 tahun 2022 tentang Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 pada masa transisi menuju endemi yang ditetapkan 30 Desember 2022 lalu, terdapat beberapa poin penting. Dalam rangka mengendalikan penyebaran Covid-19 diperlukan strategi proaktif, persuasif, terfokus dan terkoordinasi.
“Juga perlu mengambil langkah-langkah dalam hal penerapan protokol kesehatan agar masyarakat tetap menggunakan masker, hand sanitizer, waspada risiko penularan Covid-19 masih bisa terjadi dan implementasi penggunaan aplikasi peduli lindungi untuk memasuki/menggunakan fasilitas publik,” terangnya dalam Rapat Terbatas, Jumat (6/1/2022).
Lalu dalam hal surveilans, agar masyarakat diminta melakukan pemeriksaan mandiri terhadap yang bergejala. Dan melakukan testing jika terjadi kontak erat dari kasus terkonfirmasi.
“Vaksinasi pun harus terus dijalankan, baik yang dosis primer maupun dosis lanjutan atau booster,” tutur Suwarso.
Sementara itu dr Dian dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Samarinda menyebut pihaknya sudah menyiapkan laboratorium dan pelatihan tenaga kesehatan. Untuk menyiapkan deteksi awal penularan Covid-19.
“Bahkan ketersediaan vaksin saat ini sudah ada karena beberapa waktu ini sempat kosong sebab tergantung dari propinsi. Sekarang sudah terdistribusi di puskesmas-puskesmas,” ungkapnya.
Sekretaris Daerah (Sekda) Samarinda Hero Mardanus Satyawan yang memimpin Ratas meminta para camat dan tim Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 turun melakukan sosialisasi di pusat-pusat keramaian, perbelanjaan, dan lingkungan warga. Guna menindaklanjuti pencabutan PPKM ini.
“Pencabutan PPKM ini bukan berarti Covid-19 telah berakhir. Yang bisa menyatakan ini adalah WHO. Oleh karena itu, perlunya dilakukan sosialisasi langsung ke masyarakat. Camat-camat bersama tim Satgas Covid-19 harus turun setelah rapat ini langsung action,” urainya.
Kata dia, sosialisasi ini penting dilakukan supaya tidak terjadi kasus seperti di Shanghai, Tiongkok. Sehingga jangan lengah dan tetap menerapkan protokol kesehatan.
“Tolong dipantau juga penerapan protokol kesehatan di pusat-pusat keramaian di antaranya di mal-mal. Aplikasi Peduli Lindungi di mal tetap jalan dan penggunaan masker juga terus dipantau termasuk di ruangan tertutup,” terang Hero. (xl)












