Cuaca Jadi Kendala Pembangunan Infrastruktur IKN Nusantara di Kaltim

Cuaca Jadi Kendala Pembangunan Infrastruktur IKN Nusantara di Kaltim
Moeldoko (baju putih) saat meninjau pembangunan IKN. (Adpimprov)

PENAJAM PASER UTARA – Cuaca menjadi kendala dalam pembangunan infrastruktur Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kaltim. Sebagaimana diungkapkan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dr Moeldoko dalam kunjungannya meninjau pembangunan infrastruktur IKN Nusantara di Sepaku, Penajam Paser Utara (PPU).

Moeldoko memantau langsung pembangunan infrastruktur pusat pemerintahan dari Gardu Pandang Istana. Meliputi istana kepresidenan dan kantor kementerian.

Diakui terdapat sejumlah kendala terkait cuaca. Meski begitu pembangunan infrastruktur IKN Nusantara berjalan sesuai tahapan yang ditetapkan.

“Secara keseluruhan pembangunan IKN Nusantara saat ini sudah mencapai 15 persen. Termasuk kesiapan tenaga kerja kontruksi sudah terbangun dengan baik,” sebut Moeldoko.

Baca Juga  Pilkades Serentak Sukses Digelar, 86 Kepala Desa di Kukar Segera Dilantik

Disampaikan, pembangunan IKN bakal menjadi pengungkit tumbuhnya ekonomi dan sektor lainnya. Moeldoko berharap hal ini mesti dipahami semua pihak.

“Jadi jangan ada yang memanfaatkan momentum ini untuk mengganggu proses pembangunan,” tuturnya.

Ketua Satgas Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur IKN Nusantara Danis Sumadilaga yang turut meninjau menjelaskan, pemerintah sudah mempunyai rencana pembangunan IKN Nusantara di Kaltim mulai 2022 sampai 2045.

Lebih lanjut dibeberkan, pembangunannya dibagi menjadi lima tahap. Tahap pertama pada 2022-2024 fokus pembangunan pada infrastruktur dasar mulai dari penyediaan air minum, ketenagalistrikan hingga pengelolaan limbah.

Baca Juga  Dongkrak PAD, Dishub Kukar Garap Regulasi Tata Kelola Perparkiran

Tahap kedia pada 2025-2029, yaitu pembangunan area inti meliputi fasilitas transportasi umum baik primer maupun sekunder. Kemudian pembangunan tahap III pada 2030-2034 meliputi pengembangan kawasan-kawasan industri dan sektor lainnya. Sementara tahap IV dan V masing-masing dilakukan pada 2035-2039 dan 2040-2045.

“Di tahap akhir IKN mencapai net zero-carbon emission dan seratus persen energi terbarukan, pengembangan industri berkelanjutan, dan menjadi kota terdepan di dunia dalam hal daya saing,” tegas Danis. (xl)