JAKARTA – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda sedang merencanakan terwujudnya stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang khusus diperuntukkan aparatur sipil negara (ASN). Sebagaimana disampaikan Sekretaris Daerah Kota Samarinda Hero Mardanus Satyawan.
Diterangkan, sebelumnya Pemkot telah berkonsultasi ke Pertamina di Samarinda. Lokasi yang direncanakan untuk lahan SPBU itu berada di Jalan MT Haryono. Selain karena lahan itu milik Pemkot, juga lantaran akses pendistribusiannya yang lebih mudah.
“Nantinya yang akan menjadi pengelola atau yang menjalankan SPBU khusus ASN adalah Perumda Varia Niaga. Selain SPBU, Perumda Varia Niaga juga akan menjual LPG. Ada dua jenis penjualan LPG yaitu LPG PSO (LPG yang bersubsidi) dan LPG NPSO (non PSO),” papar Hero.
Keinginan Pemkot Samarinda untuk memiliki SPBU sendiri khusus ASN Pemkot Samarinda ini disebut mendapat tanggapan baik dari PT Pertamina Patra Niaga. Yang akan diakselerasi prosesnya sampai Pemkot Samarinda memiliki SPBU sendiri.
“Adapun soal apakah nantinya akan menjadi agen LPG atau menjadi pangkalan LPG, hal ini masih dalam pembahasan internal PT Pertamina Patra Niaga,” ungkap Hero.
Kata dia, Pemkot tengah serius menangani masalah Inflasi. Dalam hal ini penjualan LPG dinilai berpengaruh pada inflasi.
“Memang di dalam harga penjualan kita tidak naik dan tetap di harga Rp18 ribu/tabung. Dan Pak Wali sebenarnya ingin menstabilkan harga agar tetap kondusif harga yang ada di Kota Samarinda,” sebut Hero.
Namun akibatnya, harga LPG pada kota-kota di sekitar Samarinda mengalami kenaikan menjadi Rp19 ribu sampai Rp20 ribu. Ketika stok habis, para penjual tersebut mengambil ke Samarinda.
“Dan akhirnya jatah yang ada di Samarinda ini berkurang. Dan sewaktu-waktu kita kehabisan stok akhirnya harga pun menjadi naik,” bebernya.
Lebih lanjut dikatakan Hero, Pemkot Samarinda bakal bersinergi dalam membantu pendistribusian LPG bersubsidi. Serta berencana membuat kerja sama dalam rangka control distribution terkait LPG PSO dan LPG nPSO.
“Hal ini dilakukan sebagai program pengendalian inflasi khususnya kelancaran distribusi,” tegas Hero. (xl)












