KUTAI KARTANEGARA — Kerusakan jalan di Desa Rantau Hempang, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), dikeluhkan warga. Karena dinilai menghambat aktivitas sehari-hari, terutama saat musim hujan.
Berdasarkan keterangan pemerintah desa, sekitar 16 kilometer ruas jalan dalam kondisi rusak. Sebagian besar masih berupa jalan tanah, sehingga sulit dilalui kendaraan ketika hujan turun.
Kepala Desa Rantau Hempang Maman Sulaiman mengatakan, kerusakan terparah berada di ruas penghubung menuju Desa Selerong, khususnya di titik dari wilayah Benua Pohon hingga mendekati Selerong sepanjang kurang lebih 6 kilometer.
“Kalau hujan, jalan masih bisa dilewati, tapi harus dipaksakan dan kondisinya sangat parah,” ujarnya saat dihubungi, Jumat (3/4/2026).
Maman menjelaskan, jalan tersebut awalnya dibuka secara swadaya oleh masyarakat pada awal 2000-an karena belum adanya akses penghubung antarwilayah. Pembangunan kemudian dilakukan secara bertahap oleh pemerintah daerah.
Pada periode 2005–2006, jalan sepanjang sekitar 16,5 kilometer mulai dibangun dengan anggaran Rp8,7 miliar. Selanjutnya pada 2008–2009 dilakukan peningkatan berupa agregat senilai Rp23 miliar. Namun, hingga 2013–2014, semenisasi yang dilakukan belum mencakup seluruh ruas jalan.
Maman menyebut, keberadaan jalan tersebut sangat penting karena menjadi jalur alternatif yang lebih dekat bagi warga menuju Tenggarong.
“Kalau lewat sini hanya sekitar 50 kilometer, sedangkan kalau memutar lewat Kota Bangun bisa sampai 97 kilometer,” jelasnya.
Selain dilalui masyarakat, jalan ini juga kerap digunakan kendaraan perusahaan, termasuk angkutan kelapa sawit. Kondisi tersebut dinilai turut mempercepat kerusakan jalan, terutama saat cuaca basah.
Pemerintah desa mengaku telah mengimbau agar kendaraan berat tidak melintas saat hujan, namun imbauan tersebut belum sepenuhnya dipatuhi.
“Kami sempat berencana menutup sementara, tapi tidak bisa karena ini akses umum,” kata Maman. (fjr)












