SAMARINDA – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim dr Jaya Mualimin mengatakan perubahan cuaca yang kini terjadi harus disikapi dengan baik. Meskipun cuaca yang terjadi di Kaltim khususnya Samarinda, tidak seekstrem cuaca di Indonesia bagian barat.
Cuaca panas yang terjadi, kata dia, bisa menyebabkan dehidrasi karena evaporasi keringat. Sehingga dapat memicu penurunan imunitas tubuh.
“Imunitas tubuh penting untuk menjaga kekebalan tubuh, agar penyakit tidak mudah masuk. Sehingga kita tetap sehat,” ujar Jaya, Senin (1/5/2023) saat dihubungi melalui sambungan telepon.
Dia juga membeberkan beberapa tips yang dapat dilakukan untuk menjaga daya tahan tubuh dalam menghadapi cuaca panas seperti saat ini. Yakni meminum air putih untuk menjaga kebugaran tubuh, mengonsumsi makanan yang sehat, seimbang serta bergizi.
“Juga dari sumber yang beraneka protein hewani tumbuhan dan buah yang mengandung mikronutrien,” ungkapnya.
Lebih lanjut, olahraga juga dapat membantu metabolisme di dalam tubuh. Dan olahraga dilakukan sebelum jam 10.00 Wita, dan setelah pukul 15.00 Wita.
“Hindari terpapar secara langsung matahari,” ucapnya.
Kemudian istirahat yang cukup dengan minimal enam jam sehari. Pasalnya istirahat yang kurang menyebabkan imunitas menjadi turun.
“Jika tidur di atas pukul 23.00 Wita dapat menganggu metabolisme lemak, protein, dan karbohidrat. Bila terjadi demam, dapat dilakukan pengobatan terlebih dahulu, sebelum datang ke fasilitas kesehatan. Seperti minum obat penurun demam,” tutur Jaya.
Terakhir, untuk isu terkait global harus diantisipasi. Dengan harus menguatkan imunitas tubuh. Salah satunya, Dinas Kesehatan Kaltim selalu menyampaikan preventif penyakit yang akan muncul.
“Seperti program vaksinasi dan imunisasi yang selama ini sudah kami jalankan,” pungkasnya. (nta/advdiskominfokaltim)












