
SAMARINDA – Di Kota Samarinda untuk kekerasan seksual masih tergolong tinggi. Hal ini mendapat sorotan dari Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda Damayanti.
Dia mengatakan, pemicu terjadinya kekerasan seksual lantaran kurangnya perhatian dan kasih sayang dari kedua orang tua. Untuk itu kekerasan seksual menjadi tanggung jawab semua elemen, baik itu di lingkungan rumah dan sekolah.
“Ini akan menjadi perhatian semua masyarakat. Kekerasan seksual bukan hanya menjadi tugas pemerintah, tetapi harus ada keterlibatan warga juga,” kata Damayanti, Senin (23/1/2023)
Menurutnya, edukasi seksual terhadap anak sejak dini harus dilakukan. Jangan sampai seks menjadi sesuatu yang tabu untuk diperbincangkan. Padahal pembelajaran seks dilakukan untuk mencegah hal buruk seperti kekerasan seksual.
“Edukasi seks itu bisa dilakukan kepada anak dimulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan seterusnya. Berikan pemahaman kepada mereka akibat dari melakukan seks nantinya akan berdampak negatif,” ungkapnya.
Lanjut Damayanti, generasi muda adalah generasi penerus bangsa. Jika sesuatu hal yang terjadi di usia mudanya, maka akan berdampak kepada masa depan anak.
“Nasib bangsa ada pada anak didik kita. Kualitas anak didik saat ini akan menghasilkan suatu konsep baik bagi negara ke depannya,” pungkasnya. (nta)












