SAMARINDA – Program Studi (Prodi) Teknik Industri Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda sukses menggelar Seminar Nasional Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada Kamis (6/10/2022) kemarin. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Dies Natalis Fakultas Teknik Unmul yang ke-19.
Bekerja sama Himpunan Mahasiswa Teknik Industri (HMTI) dan Perhimpunan Ergonomi Indonesia, kegiatan ini diselenggarakan secara hibrida di Gedung Hexagonal Fakultas Teknik Unmul serta virtual melalui layanan aplikasi Zoom dan YouTube. Diikuti setidaknya 480-an peserta kegiatan baik dari kalangan mahasiswa dan umum.
Tema besar yang diangkat yaitu tentang Implementasi K3 untuk meningkatan produktivitas di era New Normal. Para peserta sangat antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang dibagi dalam beberapa sesi pemateri.
Hadir sebagai pemateri pertama Dewan Pembina Perhimpunan Ergonomi Indonesia (PEI) dan akademikus dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Hardianto Iridiastadi, menyampaikan materi pentingnya product knowledge dan product safety dari masyarakat sebagai konsumen dalam menggunakan berbagai produk. Dalam kehidupan sehari-hari sehingga bebas risiko penggunaannya.
Lebih lanjut, dia menjelaskan alasan mengapa pemahaman tersebut sangat penting. Pertama, reputasi produsen sebuah produk bergantung pada produk yang dihasilkan termasuk tingkat keamanannya dalam digunakan sesuai panduan penggunaan dan pemakainnya.
Kedua, kemampuan untuk mendeteksi keamanan produk lebih dini akan meningkatkan produktivitas produk itu sendiri serta menghemat biaya pengembangan produk ke depan.
“Pemahaman tentang produk yang aman adalah produk yang bebas dari unreasonable risks. Jadi, bukan berarti bebas dari risiko atau bahaya selama penggunaannya dan perawatannya sesuai dengan petunjuk yang diberikan. Karena hampir tidak ada produk yang tidak bebas dari bahaya,” ungkapnya.
Berbagai contoh kasus seperti unit ponsel dan airpods yang meledak saat diisi ulang dayanya hingga bagaimana akhirnya peran product knowledge tersebut sangat penting dalam kasus kecelakaan pesawat Boeing 737 MAX yang mengalami downfall pada Februari 2022 yang lalu.
Lebih jauh, Hardianto menyebutkan dalam pengembangan produk setidaknya ada tujuh strategi utama yang dapat diterapkan. Yaitu kolaborasi teknis, evaluasi terhadap konsep, kualifikasi desain, kualifikasi pemasik, kualifikasi produk, proses kualitas pemasok dan audit strategi.
Pada sesi kedua, Heri Purwanto dari Balai K3 Kota Samarinda menyampaikan materi terkait manajemen pengendalian resiko K3 di lingkungan kerja. Mulai dari industrialisasi dalam penggunaan mesin, peralatan, bahan, lingkungan, sistem kerja hingga regulasi dan produk perundang-undangan lainnya tentang K3.
Hal ini disebutnya akan mendatangkan banyak manfaat bagi para pelaku usaha dan individu tenaga kerja itu sendiri. Selain itu, peforma perusahaan juga dapat dinilai secara umum dan langkah awal dalam upaya penanggulangan serta deteksi dini risiko kerja.
Sebagai contoh dia mengatakan sebuah perusahaan harus melakukan bimonitoring untuk memantau kualitas lingkungan pekerjaan.
“Contohnya bimonitoring seperti pengukuran kreatinina dalam urin dengan biomaker phenol,” imbuhnya.

Pada sesi terakhir, kegiatan seminar ditutup penyampaian materi dari Istiyan Wijayanto selaku praktisi K3 Pertambangan. Berdasarkan pengalamannya di lapangan, Istiyan menekankan perubahan pola pikir secara konstruktif bahwa safety adalah selalu tentang mengeluarkan biaya, sementara manajemen dan penerapan K3 adalah sebuah investasi.
Hal ini selaras dengan kondisi Keselamatan yang akan menunjang meningkatnya produktivitas kerja.
“Faktor penting dalam meningkatnya produktivitas kerja adalah optimalisasi yang berkaitan dengan unjuk kerja yang maksimal, termasuk input dan realiasi dalam penerapannya. Jika hal ini tidak terkelola, maka dapat berdampak pada keuntungan, produktivitas, hukum hingga kecelakaan,” ungkapnya.
Lebih jauh Istiyan menyebut ada delapan critical safety concern yaitu risk assesment, pelatihan dan kompetensi, komunikasi dan kesadaran, rancangan, peralatan dan comissioning, metode kerja, pemeliharaan, pengawasan dan evaluasi.
Ketua Panitia Dies Natalis Fakultas Teknik Unmul Suwardi Gunawan menyampaikan, kegiatan ini diharapkan mampu memberikan guideline dan penyegaran pemahaman. Tentang pentingnya manajemen resiko dan penerapan K3 di era New Normal pascapandemi Covid-19 bagi para mahasiswa yang akan memasuki dunia kerja nantinya. Serta para akademisi dan praktisi yang sedang menyelesaikan studi khususnya berkaitan K3 serta bagaimana penerapannya pascapandemi.
“Ini dapat menjadi gambaran baru, serta penyegaran kembali tentang pentingnya memahami K3 di era New Normal ini. Kami berharap kepada semua peserta dapat memanfaatkan ilmu dan pengetahuan yang didapat dari kegiatan ini sebaik-baiknya,” jelasnya.
Terpisah, Ketua Umum HMTI Unmul Reza Fahlevi mengungkapkan kebanggaan tersendiri terhadap jajaran pengurus dan anggota HMTI Unmul. Karena dapat dengan sukses berkontribusi terselenggaranya kegiatan sekaliber nasional tersebut.
Dia juga menegaskan harapannya agar ilmu dan pengetahuan yang didapat dari kegiatan tersebut dapat menjadi penambah wawasan serta keilmuan bagi para peserta baik dari kalangan mahasiswa, akademisi, dan dosen maupun praktisi di Bidang K3.
“Sebuah kebanggaan bisa menjadi bagian dari Keluarga Besar Mahasiswa Teknik Industri Unmul, di mana pada hari ini sukses menggelar Seminar Nasional dengan menghadirkan pemateri yang profesional dan berkompeten di bidangnya,” ungkap Reza.
“Harapan kami ke depan ilmu dan pengetahuan yang didapat tadi dapat menjadi bagian dari bekal dalam implementasi peserta ke depannya,” pungkasnya. (xl)












