KUTAI KARTANEGARA – Wakil Ketua I DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) Abdul Rasyid menyatakan pihaknya akan mendiskusikan langkah pemulihan warga terdampak kebakaran bersama pemerintah daerah. Pembahasan tersebut diperlukan untuk mengetahui bentuk bantuan yang dapat diberikan kepada masyarakat, terutama warga yang kehilangan tempat tinggal maupun mengalami kerugian akibat musibah kebakaran.
Abdul Rasyid mengatakan, Pemkab Kukar sebelumnya pernah memberikan santunan kepada warga yang terdampak kebakaran. Namun, melihat kondisi saat ini, diperlukan pembicaraan lebih lanjut untuk menentukan langkah penanganan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Terkait penanganan pascakebakaran permukiman, hal ini akan kami diskusikan bersama pemerintah daerah untuk mengetahui langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam membantu warga terdampak,” ujarnya saat dihubungi, Selasa (20/10/2026).
Menurutnya, koordinasi antara DPRD dan pemerintah daerah penting agar upaya pemulihan warga dapat berjalan dengan baik. Pembahasan tersebut juga diharapkan dapat menghasilkan langkah konkret untuk membantu masyarakat yang terdampak musibah.
Selain mendorong penanganan pascakebakaran, Abdul Rasyid turut menyoroti pentingnya upaya pencegahan, khususnya di kawasan permukiman padat penduduk yang memiliki risiko tinggi terhadap penyebaran api. Dia mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.
Menurutnya, kawasan dengan jarak antarrumah yang berdekatan perlu mendapat perhatian khusus karena api berisiko merambat dengan cepat ketika kebakaran terjadi.
Di Tenggarong, terdapat sejumlah titik permukiman yang dinilai perlu diantisipasi. Salah satu upaya yang dapat dipertimbangkan adalah menyediakan peralatan pemadam kebakaran yang dikelola masyarakat setempat.
Selain itu, pembangunan hidran air di lokasi rawan kebakaran juga dinilai dapat menjadi alternatif untuk mendukung proses pemadaman ketika terjadi keadaan darurat.
“Kami terus mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan untuk mencegah terjadinya kebakaran. Selain itu, perlu ada perhatian khusus terhadap kawasan yang rentan, terutama permukiman dengan jarak antarrumah yang berdekatan,” katanya.
Abdul Rasyid juga mengingatkan bahwa kondisi cuaca panas dapat menyebabkan sumber air alami, seperti kubangan dan kolam, mengalami kekeringan. Situasi tersebut berpotensi menyulitkan petugas saat melakukan pemadaman.
Karena itu, menurutnya, penanganan kebakaran di kawasan permukiman tidak bisa hanya mengandalkan sumber air alami. Ketersediaan sarana pendukung, termasuk hidran dan peralatan pemadam, perlu menjadi bagian dari upaya antisipasi.
Dia berharap, pemerintah daerah bersama masyarakat dapat memperkuat langkah pencegahan sekaligus menyiapkan fasilitas penanganan kebakaran di kawasan rawan. (fjr/adv)












