JAKARTA — Aksi unjuk rasa yang berlangsung di sekitar kompleks Gedung DPR RI, Senayan, berujung tragis. Seorang pengemudi ojek online (ojol) tewas mengenaskan setelah terlindas kendaraan taktis (rantis) milik kepolisian di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis (28/8).
Insiden memilukan ini terjadi saat kericuhan antara aparat dan massa demonstran meluas dari depan Gedung DPR ke sejumlah titik, termasuk Pejompongan.
Berdasarkan video amatir yang beredar luas di media sosial, korban yang mengenakan jaket Gojek terlihat berada di tengah kerumunan ketika sebuah rantis melaju kencang untuk menghalau massa.
Nahas, pengemudi ojol tersebut terjatuh dan masuk ke kolong kendaraan. Meski massa berteriak histeris dan berusaha menghentikan laju rantis dengan memukul bodi mobil, kendaraan tetap melaju dan ban belakang kembali melindas tubuh korban.
Ia tewas di tempat, jasadnya kemudian dievakuasi oleh warga dan rekan-rekannya ke Rumah Sakit Pelni Petamburan, Jakarta Pusat.
Kericuhan bermula sekitar pukul 15.00 WIB, saat massa aksi mulai merangsek ke gerbang DPR. Demonstran membakar ban dan melempari aparat dengan batu serta botol. Aparat membalas dengan tembakan gas air mata dan semprotan water cannon, memicu kepanikan dan bentrokan yang menyebar ke Palmerah, Slipi, hingga Pejompongan.
Aksi unjuk rasa ini dipicu oleh tuntutan buruh dan mahasiswa terhadap kebijakan ketenagakerjaan dan transparansi anggaran DPR. Namun, eskalasi kekerasan dan penggunaan kekuatan aparat kini menjadi sorotan publik, terutama setelah insiden tragis yang menimpa pengemudi ojol tersebut. (*/Zu)












