Duh, Jalan Penghubung Samarinda-Balikpapan di Desa Batuah Kembali Amblas

Jalan amblas di KM 24, RT 12, Desa Batuah, Kecamatan Loa Janan. (ig:andialam)

KUTAI KARTANEGARA – Jalan yang berada di RT 12, Desa Batuah, Kecamatan Loa Janan diketahui kembali mengalami penurunan. Jalan tersebut menghubungkan Samarinda, Kutai Kartanegara (Kukar) dan Balikpapan.

Fenomena ini bukan merupakan hal baru, melainkan telah berulang kali terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Kepala Desa Batuah Abdul Rasyid menyampaikan jalan tersebut merupakan jalan negara. Sehingga perbaikan dan pengelolaannya berada di bawah wewenang pemerintah pusat.

“Karena ini adalah jalan negara, kami telah menyurati Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Kutai Kartanegara. Namun, dari sana dialihkan ke pemerintah provinsi, dan akhirnya menjadi tanggung jawab Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Kementerian PUPR,” ujarnya pada Komparasinews.id, Senin (27/1/2025).

Baca Juga  IKN Ramai Dikunjungi Masyarakat Saat Libur Nataru, Gubernur Kaltim Bilang Begini

Abdul Rasyid menjelaskan pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait, termasuk Kementerian PUPR. Namun sebagai pemerintah desa, kewenangannya terbatas hanya pada pelaporan dan koordinasi.

“Yang bisa kami lakukan hanyalah berkoordinasi, dan alhamdulillah sudah ada tindakan dari mereka,” tambahnya.

Penurunan jalan ini tidak hanya mengganggu lalu lintas, tetapi juga berdampak pada permukiman warga di sekitar lokasi. Beberapa rumah di tepi jalan dilaporkan mengalami keretakan dinding dan penurunan struktur pada pondasi kayunya akibat pergerakan tanah.

Baca Juga  Groundbreaking Hotel Nusantara, Jokowi Klaim Bakal Tingkatkan Minat Investor IKN

“Sejauh ini, Kementerian PUPR telah melakukan tindakan berupa semenisasi dan pengaspalan ulang di lokasi tersebut. Namun penurunan jalan terus terjadi, karena perbaikan yang dilakukan sepertinya belum maksimal,” ungkapnya.

Rasyid berharap agar pemerintah, baik tingkat kabupaten, provinsi, maupun pusat, segera mengambil langkah perbaikan yang lebih menyeluruh dan permanen.

“Saya meminta agar pemerintah segera melakukan perbaikan yang maksimal. Jika hanya dilakukan perbaikan sementara, penurunan jalan akan terus berulang dan semakin membahayakan,” tegasnya. (fjr)

Baca Juga  Diarahkan untuk Pembinaan, Anggaran LPTQ Kukar Tahun Depan Ditambah
toto slot