BONTANG – Upaya melestarikan kearifan budaya lokal terus dilakukan di Bontang. Salah satunya melalui penyelenggaraan Erau Pelas Benua Guntung Tahun 2022.
Dibuka Wali Kota Bontang Basri Rase, Erau Pelas Benua merupakan pesta pembersihan kampung atau suatu wilayah. Yang mengandung makna wilayah tersebut tidak saja bersih dari unsur-unsur jahat tetapi juga kebersihan bagi setiap jiwa yang menghuninya baik yang tampak maupun tidak tampak.
Kegiatan ini merupakan acara adat yang sudah turun-temurun diadakan sejak ratusan tahun yang silam. Dengan adat dan seni budayanya tak lepas dari kaitan sejarah Kerajaan Kutai, kerajaan tertua di bumi nusantara sejak abad IV Masehi.
“Acara ini adalah acara sakral bagi tradisi adat Kutai, yang dilaksanakan setiap tahun di Kota Bontang. Namun sejak pandemi Covid-19 terjadi, kita tidak melaksanakan Erau Pelas Benua Guntung dalam beberapa tahun terakhir,” ungkap Basri.
Atas digelarnya Erau Pelas Benua di Kelurahan Guntung ini, dirinya memberikan apresiasi pada lembaga adat Kutai dan masyarakat Guntung.
Disampaikan, Erau Pelas Benua merupakan salah satu upaya melestarikan kearifan budaya lokal. Yang mengandung filosofi sebagai ungkapan rasa syukur kepada Yang Maha Kuasa, atas limpahan rejeki dan kehidupan di bumi.
“Melalui kegiatan ini kami juga dapat mengenalkan budaya Kota Bontang yang memiliki suku yang heterogen, kuliner yang berbagai macam, juga destinasi wisata yang apik kepada kota lainnya,” terang orang nomor satu di Kota Taman ini.
Lebih lanjut Basri mengimbau masyarakat Kutai di Bontang dapat melestarikan adat istiadat dan merawat nilai-nilai seni dan budaya masyarakat. Sebagai cerminan jati diri masyarakat Kutai yang sesungguhnya.
“Mari sukseskan seluruh rangkaian acara Erau Pelas Benua Guntung tahun 2022 dengan suka cita, sehingga kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat dan Pemerintah Kota Bontang, serta mampu meningkatkan potensi wisata kota bontang dimasa yang akan datang,” tegasnya. (xl)












