KUTAI KARTANEGARA – Desa Tuana Tuha di Kecamatan Kenohan, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memiliki potensi komoditas gula aren yang melimpah. Mayoritas masyarakatnya sudah turun-temurun menjadi petani gula aren sebagai mata pencarian.
Baru-baru ini dengan inisiatif Kepala Desa Tuana Tuha Tommy, komoditas ini dikembangkan menjadi bisnis UMKM. Yaitu mengubah gula aren menjadi gula semut.
Produk tersebut diberi nama “Guleku”, bermitra dengan 75 petani. Menariknya produk ini menghasilkan nilai ekonomis yang cukup tinggi.
“Setiap bulannya bisa laku seribu bungkus, pemasarannya ke warung-warung, swalayan dan seputaran Kaltim. Pernah juga dipromosikan di marketplace, tetapi enggak kontinyu,” ungkap Tommy.
Diketahui, hasil produksi dari perkebunan di Tuana Tuha bisa menghasilkan 9 sampai 10 ton per bulannya. Untuk satu bungkusnya dijual dengan harga Rp 15 ribu.

Berkat inovasinya ini, Tommy diundang sebagai pemateri di acara Rapat Kordinasi dan Sinkronisasi Kegiatan Pembangunan Perkebunan Perkebunan oleh Dinas Perkebunan Provinsi Kaltim pada Selasa (08/03/2022).
“Jadi kami berbicara disitu tentang tantangan, potensinya dan peluang komoditasnya,” tuturnya.
Rakorbun ini sendiri dibuka langsung oleh Wakil Gubernur (Wagub) Kaltim Hadi Mulyadi dan dihadiri seluruh Dinas Perkebunan kabupaten/kota. (zu)












