Hampir Seluruh Desa di Tabang Terendam, Banjir Susulan Capai Dua Meter

Hampir Seluruh Desa di Tabang Terendam, Banjir Susulan Capai Dua Meter
Banjir yang melanda beberapa desa di Kecamatan Tabang. (ist)

KUTAI KARTANEGARA – Banjir besar kembali menghantam Kecamatan Tabang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) sejak Ahad (12/1/2026). Peristiwa ini merupakan lanjutan dari banjir yang terjadi beberapa hari sebelumnya, namun dengan ketinggian air yang meningkat drastis dan cakupan wilayah yang jauh lebih luas.

Camat Tabang Rakhmadani Hidayat, mengatakan banjir pertama yang terjadi pada Kamis pekan lalu hanya menimbulkan dampak ringan dan merendam sebagian wilayah di Desa Sido Mulyo. 

Namun, intensitas hujan yang tinggi pada akhir pekan mengakibatkan debit air naik tajam hingga hampir dua meter di sejumlah titik.

“Banjir di hari Minggu adalah kelanjutan dari banjir yang terjadi Kamis, tetapi ketinggiannya jauh lebih tinggi. Rata-rata elevasinya hampir dua meter,” ujar Rakhmadani, Selasa (13/1/2026).

Baca Juga  Desa Benua Puhun Rasakan Dampak Ekonomi Positif Melalui Kemitraan Inti Plasma

Dari total 19 desa di Kecamatan Tabang, 18 desa kini terendam banjir. Hanya Desa Bila Talang yang tidak terdampak karena berada di dataran yang lebih tinggi.

Meski sebagian besar wilayah tergenang, ia memastikan kondisi masyarakat masih aman. Warga memilih tetap bertahan di rumah masing-masing karena banjir di wilayah tersebut merupakan fenomena tahunan yang biasanya surut dalam waktu singkat.

“Ini banjir rutin yang hampir setiap tahun terjadi. Warga masih memilih bertahan di rumah, belum ada laporan pengungsian,” jelasnya.

Pemerintah kecamatan terus melakukan koordinasi dengan para kepala desa melalui grup komunikasi khusus. Namun, keterbatasan sarana transportasi air menjadi kendala utama dalam pemantauan langsung di lapangan.

Baca Juga  Alami Benturan di Kepala, Dua Muda Mudi Meninggal Usai Menabrak Truk

“Kami terkendala sarana mobilisasi, terutama akses sungai. Karena tidak memiliki fasilitas tersebut, pemantauan hanya bisa dilakukan di beberapa titik yang dapat dijangkau,” katanya.

Sejumlah wilayah yang paling terdampak antara lain Desa Sido Mulyo serta jalur Poros PU di sekitar Desa Umaq Dian dan Jembatan Tenjalin. Banjir juga menghambat distribusi logistik, termasuk suplai bahan bakar solar untuk operasional PLN.

“Distribusi solar untuk PLN hari ini terhambat karena akses darat tidak dapat dilalui,” ungkapnya.

Situasi tersebut membuat aliran listrik di Tabang tidak stabil. Lampu kerap mati dan tidak menyala penuh selama 24 jam. Dari total desa di Tabang, 13 desa menggunakan pasokan listrik dari PLN UPTD, sedangkan enam desa lainnya bergantung pada suplai dari PLTA dan PLTU.

Baca Juga  Distanak Kukar Sempurnakan Renstra 2025–2029, Fokus Kebutuhan Nyata Petani dan Peternak

Namun banjir kiriman dari wilayah hulu kini mulai memasuki enam desa di wilayah hilir tersebut. “Enam desa di zona hilir hari ini mulai terdampak banjir kiriman,” tutupnya. (fjr)