SAMARINDA – Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kaltim mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kondusivitas daerah demi memastikan aktivitas sosial dan ekonomi tetap berjalan lancar. Imbauan ini muncul menjelang rencana aksi demonstrasi yang akan digelar pada 21 April 2026 di depan Kantor Gubernur.
Ketua FPK Kaltim, Syaharie Jaang menegaskan bahwa Kaltim adalah rumah besar yang dihuni beragam suku dan budaya. Meski berbeda, seluruh elemen masyarakat memiliki tujuan yang sama, yakni menjaga Kaltim tetap damai.
“Kerukunan ini tidak datang tiba-tiba. Tetapi dirawat dan diperjuangkan bersama. Kita disatukan oleh tujuan yang sama, yaitu Kaltim yang damai,” kata Syaharie Jaang dikutip dari rilis FPK Kaltim, Selasa (14/4/2026).
Dia menambahkan, kebebasan menyampaikan aspirasi tetap dijamin, namun harus dilakukan secara bertanggung jawab. “Silakan menyampaikan aspirasi, tapi tetap mengikuti aturan. Tidak boleh merusak atau bertindak anarkis,” tegasnya.
FPK juga mengingatkan bahwa konflik harus dicegah sejak dini karena dampaknya bisa meluas dan sulit dikendalikan. Sementara itu Sekretaris FPK Kaltim, Achmad Jubaidi mengajak masyarakat mengedepankan dialog dan musyawarah dalam menyikapi persoalan.
“Mari hindari provokasi. Kedepankan cara-cara damai dan bermartabat,” katanya.
FPK menilai, dampak kerusuhan paling dirasakan masyarakat kecil seperti pedagang, pekerja, hingga anak-anak yang membutuhkan rasa aman. Karena itu, seluruh warga diharapkan bersama-sama menjaga Kaltim sebagai rumah yang harmonis.
“Damai itu indah, dan Kaltim terlalu berharga untuk dikorbankan oleh emosi sesaat,” tutupnya.
Diketahui, rencananya akan ada aksi demonstrasi 21 April 2026 di Kaltim yang dimotori Aliansi Perjuangan Kaltim. Aksi ini bertujuan menolak dinasti politik dan nepotisme, menargetkan kantor Gubernur Kaltim dan DPRD. Aparat kepolisian dan Satpol PP bersiap melakukan pengamanan berlapis untuk memastikan situasi tetap kondusif di tengah isu dugaan praktik politik dinasti Mas’ud. (xl)












