Keamanan dan Fasilitas Stadion Aji Imbut Akan Diperketat Dispora Kukar

Foto: Stadion Aji Imbut di Tenggarong Seberang. (istimewa)

KUTAI KARTANEGARA – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kutai Kartanegara memperketat akses masuk di area kompleks Stadion Aji Imbut Tenggarong Seberang. Kebijakan ini diterapkan untuk menjaga keamanan serta memastikan kualitas fasilitas berstandar nasional tetap terawat.

Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, mengatakan sejumlah jalur akses kini ditutup secara terkontrol. Langkah tersebut diambil karena seluruh sarana di Stadion Aji Imbut membutuhkan biaya pemeliharaan yang cukup besar.

“Beberapa jalur masuk di area kompleks Stadion Aji Imbut memang kami lakukan penutupan. Langkah ini bagian dari upaya menjaga keamanan kawasan,” jelasnya, Kamis (27/11).

Baca Juga  “Mari Kita Jaga Indonesia”, Pesan Damai Timnas di Tengah Gejolak Negeri

Sebelum aturan diberlakukan, Dispora Kukar telah melakukan sosialisasi bersama kepala desa, pihak kecamatan, dan tokoh masyarakat. Ali menegaskan bahwa kebijakan tersebut tidak bersifat mutlak dan tetap mempertimbangkan kebutuhan warga.

“Penutupan ini bukan berarti akses benar-benar ditutup total. Dalam kondisi darurat, masyarakat tetap bisa masuk dengan menghubungi petugas kami,” ujarnya.

Dispora Kukar menetapkan jam operasional stadion mulai pukul 06.00 hingga 23.00 WITA. Pembatasan ini disesuaikan dengan berkurangnya jumlah petugas keamanan di lapangan.

Baca Juga  Kemenkes Larang RS Tolak Pasien BPJS yang Nonaktif

“Kami mengalami keterbatasan jumlah petugas. Berkurangnya tenaga satpam membuat jangkauan pengamanan menyempit,” sebut Ali.

Selain itu, pihaknya juga mempertimbangkan untuk mengubah jam operasional hingga pukul 22.00 WITA. Penyesuaian ini dinilai mampu meningkatkan efektivitas pengawasan seluruh area stadion.

Meski akses dikontrol lebih ketat, masyarakat tetap diperbolehkan menggunakan fasilitas stadion di luar jam operasional, selama berkoordinasi dengan petugas. Ali menyampaikan apresiasi atas dukungan warga sekitar.

“Alhamdulillah, setelah sosialisasi, masyarakat memahami dan mendukung. Mereka tetap diberi kesempatan menggunakan fasilitas di atas jam operasional sepanjang berkoordinasi dengan petugas,” tandasnya. (adv/zu)