Kembalikan Kejayaan SKOI, Dispora Kaltim Lakukan Evaluasi Menyeluruh

Kembalikan Kejayaan SKOI, Dispora Kaltim Lakukan Evaluasi Menyeluruh
Kabid Peningkatan Prestasi Olahraga Dispora Kaltim Rasman Rading. (istimewa)

SAMARINDA – Upaya mengembalikannya kejayaan Sekolah Khusus Olahraga Internasional (SKOI) tengah dilakukan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim. Apalagi SKOI sempat menjadi pusat lahirnya atlet-atlet muda berprestasi.

“Upaya mengembalikan kejayaan SKOI sebagai lumbung prestasi olahraga daerah ini terus dilakukan melalui evaluasi menyeluruh dan pelibatan berbagai pihak,” kata Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Dispora Kaltim Rasman Rading, Rabu (20/11/2024).

Disampaikan, Dispora Kaltim segera menggelar rapat bersama berbagai pihak, dikoordinasikan oleh bidang kesra. Untuk mencarikan solusi agar SKOI ini bangkit kembali, yakni diharapkan seperti saat dicetuskan pertama kali yaitu SKOI dapat menjadi basis prestasi olahraga.

Baca Juga  Indonesia Batal Gelar Piala Dunia, Jokowi Minta Jangan Saling Menyalahkan

Rasman mengakui kualitas SKOI mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Penyebabnya diduga beragam, mulai dari kejenuhan pelatih hingga kurangnya kegiatan uji tanding atau try out di luar daerah. Selain itu, keseimbangan antara teori dan praktik dalam pembinaan atlet juga menjadi sorotan.

“Jangan-jangan ada yang salah dalam pengelolaannya, atau mungkin karena kurangnya try out baik di luar provinsi maupun di luar negeri. Semua ini akan kita evaluasi bersama. SKOI ini milik kita bersama, jadi harus kita carikan solusinya,” kata Rasman.

Dia menegaskan, perbaikan SKOI melibatkan Disdikbud Kaltim, yang saat ini memiliki kewenangan atas pengelolaan SKOI, serta cabang olahraga yang berada di bawah naungan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

Baca Juga  Kedang Ipil Harapkan Ada Pengakuan Pemerintah sebagai Desa Hukum Adat

SKOI Kaltim, yang didirikan pada 2011 di bawah Dispora Kaltim, telah melahirkan atlet-atlet berprestasi nasional dan internasional. Salah satu nama besar adalah Iqbal Chandra Pratama, pesilat Kaltim yang meraih medali Asian Games 2018.

Perubahan regulasi melalui Permendagri Nomor 12 Tahun 2017 mengalihkan kewenangan pengelolaan SKOI ke Disdikbud.

“SKOI itu sampai sekarang masih bagus. Kurang optimalnya akan kita carikan solusi, bukan mencari masalah. Harapannya, SKOI kembali berjaya dan menjadi lumbung prestasi provinsi untuk nasional maupun internasional,” ujar Rasman.

Baca Juga  Hibah Cair, KONI Kaltim Tancap Gas Jalankan Program Pembinaan

“SKOI harus kembali seperti saat PON sebelumnya, dengan atlet-atlet yang bisa meraih juara nasional maupun internasional,” tandasnya. (xl/advdiskominfokaltim)