AKSI tawuran penuh kekerasan yang dilakukan para pelajar di jalanan Kota Jakarta menimbulkan keprihatinan masyarakat. Keprihatinan itu turut dirasakan dua sahabat, Almer Jannatan Mizan dan Andi Akmal Fatir Sose.
Meski masih berstatus pelajar SMA, keduanya berani bergerak menginisiasi turnamen tinju untuk mengalihkan kekerasan nirfaedah tersebut ke ajang yang lebih positif dalam bentuk turnamen tinju. Arena Selatan, itulah nama kejuaraan tinju amatir antarpelajar yang pada Sabtu (15/11/2025) mencatatkan edisi keduanya di Gor Bulungan, Jakarta Selatan (Jaksel).
“Awal mulanya kita berdua sedang nongkrong, sedang santai. Tiba-tiba ditelepon teman kami yang menunjukkan luka-luka akibat tawuran antarpelajar. Dari situ saya bilang ke Akmal kalau kita harus buat perubahan. Terciptalah Arena Selatan,” kenang Almer.
Melalui Arena Selatan, Almer dan Akmal mencoba memindahkan energi para pelajar dari tawuran ke ajang yang positif di ring tinju. Akmal menilai, tawuran dan tinju sama-sama bertarung dan banyak yang berminat untuk menyaksikannya. Bedanya, olahraga tinju bernilai positif dan menjunjung sportivitas.
“Kami berpikir, bagaimana kalau kita bikin wadahnya. Bagaimana kalau kita geser dari tawuran di jalan ke ring tinju. Kalau memang tujuannya cari nama, kita pindahkan ke sini (Arena Selatan). Menang punya nama, kalau kalah biar kalah sekalian,” urai Akmal.
Berangkat dari keinginan tersebut, Almer dan Akmal menyusun penyelenggaraan Arena Selatan. Apalagi keduanya juga memiliki minat yang sama dalam hal bisnis, menjadikan Arena Selatan bukan sekadar sumbangsih untuk meredakan kenakalan remaja, melainkan juga rintisan sports entertainment mereka.
“Jadi dari satu sisi empati dan simpati saya untuk mengalihkan tawuran di jalan ke Arena Selatan, saya juga lihat sisi bisnis yang bisa saya ambil bersama Almer,” sebut pelajar SMA Al Azhar 3 ini.
Namun bukan hal mudah bagi dua sahabat ini untuk bisa menggelar Arena Selatan. Suka duka mereka alami dalam menginisiasi edisi perdana turnamen ini pada 19 April 2025 silam. Usia mereka yang masih di bawah umur menjadi tantangan tersendiri dalam meyakinkan pihak-pihak terkait untuk ikut terlibat.
“Di saat kami mau menginisiasi acara ini, banyak pihak yang ingin menjatuhkan kami. Mulai dari izin tidak dikeluarkan, ketiadaan dana, bahkan kami mengalami kesulitan sampai hari pelaksanaan event,” ungkap Akmal.
“Mungkin para senior di perusahaan merasa kami tidak bisa bertanggung jawab dalam ajang ini. Misalnya ketika para petarung bertanding, bagaimana kalau terjadi hal yang tak diinginkan. Banyak yang jadi pertimbangan mereka,” imbuhnya.
Meski begitu, Akmal dan Almer tidak patah arang. Keduanya terus mencoba meyakinkan stakeholder bahwa mereka memang pantas dipercaya dan sanggup menggelar ajang ini. Termasuk meyakinkan para orang tua untuk mengizinkan anak-anaknya mengikuti Arena Selatan.
“Pertimbangan mereka bagaimana kalau anaknya kenapa-napa. Karena itulah kami langsung ajukan ke BPJS, kami kerja sama dengan Rumah Sakit PP. Tetapi mereka tidak mau dengar apa yang kami tawarkan,” kenang Akmal.
Beruntung keinginan mulia Akmal dan Almer mendapat dukungan dari rekan-rekannya. Milad Berryl Iriawan dari SMA Labschool Kebayoran dan Bedirgha Pramestya Putra dari SMP Labschool kebayoran bergabung dalam penyelenggaraan Arena Selatan. Dari situ, ajang ini mendapat dukungan dari Anggota DPR RI Bambang Soesatyo.
Event perdana Arena Selatan pun sudah berjalan pada 19 April 2025 yang diikuti lebih dari 48 peserta dan juga 16 sekolah. Sebanyak 3.500 penonton ikut meramaikan dengan menyaksikan secara langsung turnamen ini. Edisi keduanya lantas digelar Sabtu (14/11/2025) lalu di Gor Bulungan yang dihadiri Menpora RI Erick Thohir.
“Dari situ saya dan Akmal yakin Arena Selatan ini merupakan solusi yang dicari masyarakat Jakarta dan juga Indonesia untuk mengurangi rasio tawuran antarpelajar,” ujar Almer.
Pelajar SMA 26 Jakarta ini berharap melalui acara ini semua pihak yang terlibat khususnya para pelajar bisa saling menghargai, saling menghormati, dan menjunjung tinggi sportivitas. Karena memang kegiatan ini digelar awalnya bertujuan guna mengurangi angka tawuran di kalangan pelajar.
“Saya punya cita-cita ingin memajukan combat sports di Indonesia. Semoga dengan adanya Arena Selatan ini dapat tercipta atlet-atlet yang akan mewakili negara ke depannya, dan membanggakan nama Indonesia di kancah dunia,” harap Almer.
Diketahui, Arena Selatan digelar bekerja sama Pengurus Besar Tinju Indonesia (Perbati) dan mendapat resti Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina). Direncanakan ajang ini berekspansi menjadi High School Boxing League (HBL) yang bukan hanya diikuti para pelajar Jakarta, tetapi juga dari berbagai daerah di Indonesia. (xl)












