Komdis PSSI Sanksi Displin ke Silverio, Manajer Borneo FC Tak Terima

Komdis PSSI Sanksi Displin ke Silverio, Manajer Borneo FC Tak Terima
Manajer Borneo FC Dandri Dauri Husien kecewa dan tidak terima dengan keputusan tanpa banding dari Komdis PSSI. (Komparasi)

SAMARINDA – Pemain anyar Borneo FC Silverio Junio mendapatkan sanksi Komisi Displin (Komdis) PSSI terkait kasus pelanggaran disiplin. Yaitu saat kompetisi Borneo FC melawan Bali United, 8 Juli 2023 lalu.

PSSI menyatakan Silverio melanggar Kode Displin Tahun 2023. Karena melakukan tindakan serious foul play dengan cara menendang wajah pemain lawan dan luput dari perhatian perangkat pertandingan. Serta diperkuat dengan bukti-bukti yang cukup untuk menegaskan terjadinya pelanggaran disiplin.

Manajer Borneo FC Dandri Dauri Husien mengaku kecewa dengan keputusan tersebut.

“Betul-betul dibawah standar untuk pengambil keputusan. Saya mengusulkan untuk mengganti orang-orang komdis, karena saya tafsirkan adanya keinginan untuk menggagalkan Borneo FC agar terus berkembang dan berprestasi,” tegas Dandri, Kamis (3/8/2023) di Stadion Segiri Samarinda.

Baca Juga  Pemprov Gelar Kejuaraan Sepak Bola Wanita Piala Gubernur Kaltim 2023

Dia menyatakan keputusan itu tidak wajar. Apalagi pihaknya tidak diperkenankan mengajukan banding.

“Makanya saya katakan dari awal, kondisi PSSI tidak pernah memberi ruang bagi pemain yang mendapatkan sanksi untuk menjawab setiap keputusan. Setiap keputusan selalu dikalimatkan bahwasanya tidak boleh banding,” imbuhnya.

Keputusan yang diberikan Komdis PSSI yakni merujuk pasal 48A huruf (a) dan (f) Kode Displin PSSI tahun 2023, larangan bermain sebanyak satu pertandingan sejak keputusan ini diterbitkan dan berlaku pada pertandingan terdekat, denda sebesar Rp 10.000.000, pengulangan terhadap pelanggaran akan berakibatkan pada hukuman yang lebih berat.

Baca Juga  Cetak Sejarah, Indonesia Juara AFC eAsian Cup Qatar 2023 Usai Taklukkan Jepang

Terhadap keputusan tersebut, tidak dapat diajukan banding sesuai dengan Pasal 119 Kode Displin PSSI.

“Ini merupakan sinyal buruk bagi sepak bola Indonesia. Bagaimana sistem pengambilan keputusan komdis harus betul-betul dikaji ulang dan orang-orang didalamnya juga harus dievaluasi,” cecar Dandri.

Lebih lanjut dia juga menyoroti kualitas wasit yang bermasalah dan memiliki banyak indikasi kerugian. “Saya juga bisa komplain. Kami selalu menyurat ketika ada indikasi kerugian wasit. Tetapi per hari ini tidak ada balasan apapun, dan tidak ada tindakan apapun,” pungkasnya. (nt)