
SAMARINDA – Kasus pengangguran yang ada di Kota Tepian masih dianggap krusial oleh Ketua Komisi IV DPRD Samarinda Sri Puji Astuti. Dia menjelaskan, ada beberapa faktor penyebab angka pengangguran yang dinilai masih tinggi pada suatu daerah. Di antaranya lowongan pekerjaan yang belum memadai hingga kurangnya kemampuan atau skill para pencari kerja.
“Banyak masyarakat Samarinda yang memilih-milih pekerjaan. Bukan berpikiran yang penting aku bekerja, tetapi mereka maunya kerja kantoran. Kalau yang informal, banyak yang tidak mau,” kata Puji, Senin (9/10/2023).
Lanjut Puji, salah satu faktor pendukung tingginya angka pengangguran karena banyak anak dari orang tua yang ekonominya sangat memadai atau kaya raya.
“Meskipun mereka tidak bekerja tetapi mereka dapat uang setiap bulannya dari orang tua mereka. Sehingga daya juang mereka jadi rendah karena berpikir orang tuanya kaya,” bebernya.
Kendati demikian, Puji berharap pemerintah dapat memberi solusi untuk menekan angka pengangguran melalui sosialisasi hingga ke dasar.
“Kami sudah memberikan masukan ke pemerintah apa yang kita temukan di lapangan kalau memang sosialisasi lapangan pekerjaan harus disasar sampai ke bawah,” tutupnya. (nta)












